KBOBABEL.COM (BELITUNG TIMUR) — PT TIMAH Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Kali ini, perusahaan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID tersebut menyelenggarakan Pelatihan Gerakan Nasional Transformasi Literasi dan Numerasi (Gernas Tastaka) Fase 2 bagi 80 guru sekolah dasar di Kabupaten Belitung Timur. Rabu (21/1/2026)
Pelatihan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer) ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai sejak tahun 2024. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PT TIMAH Tbk dalam memperkuat fondasi literasi dan numerasi sebagai bekal utama membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 berlangsung selama tiga hari, pada 20–22 Januari 2026, dan dipusatkan di SDN 13 Manggar serta SDN 1 Gantong, Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan ini disambut antusias oleh para guru peserta yang berasal dari berbagai sekolah dasar di wilayah tersebut.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, MA, dalam kegiatan sosialisasi persiapan pelatihan menyampaikan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur merupakan inisiatif strategis yang sejalan dengan upaya pemerintah menyukseskan Gerakan Numerasi Nasional (GNN).
Menurut Rachmadi, berbagai hasil asesmen, baik internasional seperti PISA sejak tahun 2000 hingga 2023 maupun asesmen nasional seperti Tes Kompetensi Akademik (TKA), masih menunjukkan tantangan besar dalam kemampuan numerasi siswa Indonesia.
“Numerasi bukan hanya kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan analitis. Untuk membangun itu semua, dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, Gernas Tastaka menjadi mitra penting pemerintah dalam konsep yang disebutnya sebagai “Partisipasi Semesta”, di mana seluruh elemen bangsa berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Rachmadi juga mendorong para guru untuk menanamkan pemahaman bahwa matematika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa. Dengan pendekatan yang tepat, ia berharap kecintaan anak terhadap matematika dapat tumbuh sejak dini.
“Sejak bangun tidur, sebenarnya kita sudah berinteraksi dengan numerasi, seperti menghitung waktu, jarak, hingga mengelola aktivitas harian,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer), Ahmad Sururi Aziz, menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH Tbk dan pemerintah atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gernas Tastaka di Belitung Timur.
Menurutnya, Gernas Tastaka lahir dari kegelisahan dan semangat yang sama untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing pada tahun 2045. Program ini telah dijalankan bersama PT TIMAH Tbk sejak tahun 2024 dan kembali dilanjutkan pada tahun ini.
“Ke depan, program ini tidak hanya dilaksanakan di Belitung Timur, tetapi juga direncanakan untuk direplikasi di wilayah operasional PT TIMAH Tbk lainnya,” ungkap Ahmad.
Ia menilai komitmen PT TIMAH Tbk dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya guru sekolah dasar, merupakan langkah strategis karena para guru inilah yang akan menjadi ujung tombak dalam menanamkan literasi dan numerasi kepada peserta didik.
Dari pihak perusahaan, Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama perusahaan melalui program pendidikan yang berkelanjutan.
“PT TIMAH Tbk berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, salah satunya melalui peningkatan kompetensi guru. Selain pelatihan, perusahaan juga menjalankan program beasiswa serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah operasional,” ujarnya.
Dukungan terhadap Pelatihan Gernas Tastaka juga diapresiasi oleh Kepala Bagian Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Renni Lestari, S.Pd. Ia menyatakan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka Fase 1 yang telah dilaksanakan pada tahun 2024 terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru.
“Saya berharap hasil pelatihan ini dapat terus berlanjut dan berdampak luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi pendidik lainnya di Belitung Timur,” katanya.
Sebagai informasi, pada Fase 1, para guru telah mempelajari tiga modul utama, yakni Prinsip Dasar Belajar Matematika, Bilangan, dan Geometri, disertai pendampingan implementasi selama kurang lebih satu semester. Sementara pada Fase 2, peserta melanjutkan pembelajaran modul Pengukuran, Statistika dan Probabilitas, serta Asesmen dalam Pembelajaran Matematika.
Melalui program ini, PT TIMAH Tbk menegaskan perannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang cerdas, literat, dan berdaya saing tinggi. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)











