
KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Keputusan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Kezia Syifa bergabung dengan Army National Guard di negara bagian Maryland, Amerika Serikat, menyita perhatian publik Tanah Air. Langkah tersebut memicu rasa penasaran masyarakat, khususnya terkait sistem militer Amerika Serikat dan besaran gaji yang diterima para prajuritnya, yang disebut-sebut bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Jum’at (23/1/2026)
Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Dominasi tersebut tidak hanya tercermin dari kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista), luasnya jaringan pangkalan militer di berbagai belahan dunia, serta kemampuan intelijen dan teknologi tempur, tetapi juga dari sistem kesejahteraan prajurit yang dirancang untuk menjaga profesionalisme dan loyalitas personel militernya.

Dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (23/1/2026), data Lowy Institute Asia Power Index 2025 menempatkan Amerika Serikat di peringkat teratas sebagai negara dengan kekuatan militer paling unggul secara global. Salah satu faktor penopang utama kekuatan tersebut adalah sistem penggajian dan tunjangan yang kompetitif, baik bagi prajurit aktif, cadangan, maupun anggota Garda Nasional.
Army National Guard sendiri merupakan bagian dari angkatan darat Amerika Serikat yang memiliki peran ganda, yakni sebagai pasukan cadangan federal dan sebagai kekuatan militer negara bagian. Anggotanya dapat dikerahkan untuk misi pertahanan nasional, operasi luar negeri, hingga penanganan bencana dan keadaan darurat di dalam negeri. Meski berstatus paruh waktu, kesejahteraan yang diterima anggota Garda Nasional dinilai sangat menarik.
Dalam sistem militer Amerika Serikat, besaran gaji tentara ditentukan oleh sejumlah variabel. Faktor-faktor tersebut antara lain pangkat (rank), masa dinas, status keluarga, serta lokasi dan jenis penugasan. Selain gaji pokok, prajurit juga berhak atas berbagai tunjangan dan fasilitas tambahan, seperti tunjangan perumahan, tunjangan makan, asuransi kesehatan, hingga dana pensiun.
Berdasarkan informasi resmi dari GoArmy.com, prajurit Garda Nasional dan pasukan cadangan menerima gaji yang dihitung berdasarkan jumlah hari latihan dan penugasan. Namun jika dikonversi ke pendapatan bulanan maksimal, nominalnya tetap tergolong tinggi.
Untuk pangkat terendah, yakni Prajurit (E-1), gaji bulanan tercatat mencapai sekitar US$4.076 atau setara Rp65,2 juta. Jumlah ini meningkat seiring kenaikan pangkat dan masa dinas. Prajurit Kelas Satu (E-3), misalnya, dapat memperoleh gaji hingga US$5.415 per bulan atau sekitar Rp86,6 juta.
Sementara itu, pada jenjang bintara, Sersan Staf (E-6) disebut dapat menerima gaji maksimal sekitar US$8.592 per bulan, setara dengan Rp137,5 juta. Angka tersebut belum termasuk berbagai tunjangan tambahan yang bisa membuat total pendapatan jauh lebih besar.
Pendapatan yang lebih tinggi diterima oleh prajurit pada level Warrant Officer atau perwira pembantu. Chief Warrant Officer 4 (CW4), misalnya, memperoleh penghasilan hingga US$13.221 per bulan atau sekitar Rp211,5 juta. Nominal ini mencerminkan tingkat keahlian dan tanggung jawab teknis yang diemban pada jenjang tersebut.
Sementara itu, perwira berkomisi juga menikmati gaji yang sangat kompetitif. Kapten (O-3) tercatat dapat menerima gaji hingga US$15.134 per bulan. Untuk pangkat Mayor (O-4), penghasilan maksimalnya mencapai US$16.421 atau setara Rp262,7 juta per bulan.
Besaran gaji tersebut masih dapat bertambah melalui berbagai tunjangan lain, seperti Basic Allowance for Housing (BAH), tunjangan penugasan khusus, insentif wilayah berisiko, serta bonus keahlian tertentu. Selain itu, prajurit militer AS juga mendapatkan manfaat jangka panjang berupa jaminan kesehatan komprehensif, pendidikan, serta dana pensiun setelah masa dinas berakhir.
Fenomena WNI yang memilih bergabung dengan Garda Nasional Amerika Serikat membuka diskusi luas di tengah masyarakat tentang profesionalisme militer global serta daya tarik sistem kesejahteraan di negara adidaya tersebut. Di sisi lain, hal ini juga menegaskan bahwa karier militer di Amerika Serikat bukan hanya soal pengabdian dan pertahanan negara, tetapi juga menawarkan kompensasi finansial yang sangat kompetitif dan tidak bisa dipandang sebelah mata. (Sumber : vivanusa.com, Editor : KBO Babel)









