Pemkot Pangkalpinang Rancang Kampung Nelayan Merah Putih di Kawasan Ketapang Dekat Rusunawa

Wali Kota Pangkalpinang: Kampung Nelayan Merah Putih Ketapang Terintegrasi Perikanan dan Wisata

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana mengembangkan kawasan Ketapang yang berada di sekitar Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Pengembangan kawasan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menata wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan sektor perikanan, budaya, dan pariwisata. Selasa (10/2/2026)

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin atau yang akrab disapa Prof. Udin, mengatakan bahwa kawasan Ketapang sejak lama dikenal sebagai kawasan Kampung Melayu yang identik dengan kehidupan nelayan. Oleh karena itu, menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih dengan konsep yang lebih modern, tertata, dan berkelanjutan.

banner 336x280

“Kawasan Kampung Melayu itu sebetulnya memang kawasan untuk nelayan. Namun orientasinya tidak hanya perikanan, tapi juga pariwisata,” ujar Prof. Udin kepada Bangkapos.com, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih yang direncanakan Pemkot Pangkalpinang tidak hanya fokus pada aktivitas melaut, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir. Mulai dari pengolahan hasil tangkapan ikan, aktivitas ekonomi kreatif, hingga penataan perahu nelayan sebagai bagian dari identitas visual kawasan.

“Di situ terintegrasi kultur masyarakatnya, pengolahan ikannya, kemudian perahunya juga untuk nelayan. Jadi satu tempat yang utuh, tidak terpisah-pisah,” jelasnya.

Prof. Udin menambahkan, kawasan tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang hidup yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Melayu pesisir Pangkalpinang. Nilai-nilai budaya, tradisi nelayan, hingga aktivitas keseharian warga akan menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Menurutnya, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga berpotensi mendorong tumbuhnya sektor pariwisata pesisir. Penataan kawasan yang rapi dan estetik, dipadukan dengan aktivitas nelayan yang autentik, dinilai mampu menarik minat wisatawan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, Prof. Udin menegaskan bahwa realisasi Kampung Nelayan Merah Putih tidak dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah Kota Pangkalpinang memilih langkah bertahap dengan terlebih dahulu menyusun konsep dan perencanaan yang matang agar pengembangan kawasan benar-benar berkelanjutan.

“Kita bertahap untuk betul-betul mewujudkan itu menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Saat ini masih pada tahap perencanaan dan penyusunan konsep,” katanya.

Ia menyebutkan, perencanaan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan ruang, infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat nelayan, hingga skema pengelolaan kawasan agar dapat berjalan secara berkesinambungan. Pemerintah kota juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, dalam proses perencanaan tersebut.

Rencana pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Pangkalpinang ini, lanjut Prof. Udin, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden mendorong setiap daerah pesisir untuk menghadirkan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari pembangunan nasional berbasis kearifan lokal dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Ini juga sejalan dengan estetika dan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih di setiap daerah,” ujarnya.

Namun demikian, Prof. Udin mengingatkan bahwa Pemkot Pangkalpinang tidak ingin program ini hanya menjadi simbol atau proyek seremonial semata. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari Kampung Nelayan Merah Putih adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.

“Kota Pangkalpinang masih menyusun konsep ini supaya nanti ketika diwujudkan, betul-betul menjadi kawasan yang hidup, bermanfaat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” tuturnya.

Dengan konsep yang matang dan pelibatan aktif masyarakat, Pemkot Pangkalpinang berharap Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Ketapang dapat menjadi contoh penataan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Selain memperkuat identitas lokal, kawasan ini juga diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung visi pembangunan Kota Pangkalpinang ke depan. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *