
KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Penemuan benda diduga amunisi militer jenis proyektil mortir kembali terjadi di pesisir Pantai Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Temuan terbaru pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB ini menambah daftar panjang penemuan benda berbahaya di kawasan tersebut. Selasa (24/2/2026)
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, ini merupakan kali ketiga proyektil mortir ditemukan di lokasi yang sama. Penemuan berulang tersebut menimbulkan kekhawatiran, mengingat kawasan pesisir itu berada tidak jauh dari permukiman warga dan aktivitas nelayan.

Menurut Pradana, posisi mortir ditemukan di area pantai yang relatif terbuka, dekat garis air laut. Ia menduga keberadaan amunisi tersebut berkaitan dengan sejarah kawasan yang diyakini menjadi lokasi tenggelamnya kapal pada masa Perang Dunia.
“Beberapa ratus meter dari lokasi penemuan terdapat titik yang diyakini sebagai lokasi kapal tenggelam pada masa Perang Dunia. Kemungkinan besar benda-benda ini berasal dari sana dan terbawa arus laut hingga ke pantai,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada dua penemuan sebelumnya, jenis mortir yang ditemukan berbeda-beda. Salah satu di antaranya bahkan masih memiliki sumbu atau fuse aktif, sehingga berpotensi meledak kapan saja jika terguncang atau terkena panas.
“Yang pertama kali ditemukan itu masih ada fuse-nya, sehingga sangat berbahaya. Karena itu setiap ada temuan seperti ini, kami langsung melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan tim Gegana untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Penemuan terbaru ini bermula dari laporan warga yang melihat benda mencurigakan menyerupai proyektil logam di pesisir pantai. Karena khawatir akan bahaya, warga segera melaporkannya kepada aparat kepolisian setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polres Bangka Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Area sekitar temuan dipasang garis polisi guna mencegah warga mendekat, terutama anak-anak yang kerap bermain di pantai.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu anggota langsung menuju lokasi dan melakukan sterilisasi area demi keselamatan masyarakat,” ujar Pradana.
Penemuan ini sempat menghebohkan warga Desa Air Putih. Banyak warga berdatangan untuk melihat langsung benda tersebut sebelum akhirnya aparat menutup akses ke lokasi. Beberapa warga mengaku khawatir karena lokasi temuan cukup dekat dengan rumah penduduk.
Selain berpotensi membahayakan keselamatan, temuan mortir juga mengganggu aktivitas nelayan dan masyarakat yang biasa beraktivitas di pesisir. Pemerintah setempat diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada warga agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang diduga sebagai amunisi. Tindakan tersebut sangat berisiko dan dapat memicu ledakan.
Pradana juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat berwenang. Tim Gegana Brimob akan melakukan identifikasi serta disposal atau pemusnahan sesuai prosedur keamanan.
“Jika menemukan benda serupa, jangan panik dan jangan mencoba mendekat. Segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian terdekat,” tegasnya.
Penemuan mortir berulang di kawasan Pantai Tanjung Ular menunjukkan bahwa wilayah tersebut kemungkinan masih menyimpan banyak sisa-sisa amunisi dari masa perang. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena ancamannya tidak hanya terhadap keselamatan warga, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan dapat melakukan pemetaan serta penyisiran menyeluruh guna mengantisipasi temuan serupa di masa mendatang. Langkah preventif dinilai penting agar tidak terjadi korban jiwa akibat benda berbahaya yang masih aktif.
Dengan pengamanan cepat dari aparat, situasi di lokasi kini telah terkendali. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat potensi penemuan amunisi sisa perang masih terbuka di kawasan pesisir Bangka Barat. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)









