
KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan jajaran Kabinet Merah Putih. Reshuffle terbaru yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026), menjadi perombakan kabinet keempat sejak Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Selasa (28/4/2026)
Dalam reshuffle kali ini, sebanyak enam pejabat dilantik untuk mengisi posisi menteri, wakil menteri, penasihat khusus presiden, hingga kepala badan strategis. Perubahan tersebut menghadirkan wajah baru dari kalangan aktivis buruh, sekaligus mengembalikan sejumlah tokoh lama ke lingkaran pemerintahan.

Pelantikan berlangsung langsung dipimpin Presiden Prabowo di Istana Negara dan dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, menteri kabinet, serta undangan lainnya.
Aktivis Buruh Masuk Kabinet
Salah satu sorotan utama dalam reshuffle kali ini adalah masuknya unsur kelompok buruh ke dalam kabinet. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, resmi ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Penunjukan Jumhur dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk merangkul kelompok pekerja sekaligus memperkuat komunikasi dengan elemen buruh nasional. Selain dikenal sebagai tokoh serikat pekerja, Jumhur juga memiliki pengalaman panjang dalam isu ketenagakerjaan dan kebijakan publik.
Ia menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup.
Hasan Nasbi Kembali ke Lingkaran Istana
Reshuffle kali ini juga menandai kembalinya Hasan Nasbi ke jajaran pemerintahan. Hasan dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Sebelumnya, Hasan pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Namun pada September 2025, struktur komunikasi pemerintahan dirombak dengan dibentuknya Badan Komunikasi Pemerintah sebagai pengganti PCO.
Saat itu, posisi yang sebelumnya ditempati Hasan beralih kepada Angga Raka Prabowo. Kini, Hasan kembali dipercaya Presiden Prabowo untuk memperkuat strategi komunikasi pemerintahan dari posisi baru sebagai penasihat khusus.
Kembalinya Hasan dinilai menunjukkan bahwa Presiden masih membutuhkan figur yang memahami pola komunikasi publik dan dinamika media nasional.
Abdul Kadir Karding Comeback
Selain Hasan Nasbi, tokoh lain yang kembali ke kabinet adalah Abdul Kadir Karding. Ia resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Sebelumnya, Karding sempat menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Namun pada reshuffle September 2025, posisinya digantikan Mukhtarudin.
Kini, Karding kembali masuk dalam lingkaran kabinet dengan tanggung jawab baru di sektor karantina nasional yang memiliki peran penting dalam pengawasan lalu lintas hewan, tumbuhan, pangan, dan komoditas strategis.
Wajah Lama, Tugas Baru
Selain hadirnya pejabat baru dan kembalinya tokoh lama, reshuffle kali ini juga diwarnai rotasi sejumlah pejabat lama ke posisi baru.
Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), kini dipindahkan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI). Penempatan Qodari dinilai sesuai dengan latar belakangnya sebagai analis politik dan komunikator publik.
Sementara posisi Kepala KSP kini diisi oleh Dudung Abdurachman. Mantan pejabat militer tersebut dipercaya menangani fungsi pengawalan program prioritas pemerintah serta koordinasi lintas lembaga.
Adapun Hanif Faisol Nurofiq yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup kini mendapat amanah baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Penempatan ini dinilai sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dinamika Kabinet Prabowo
Perombakan kabinet keempat ini menunjukkan Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran pembantunya. Langkah reshuffle dianggap sebagai bagian dari strategi mempercepat realisasi program kerja dan menyesuaikan kebutuhan politik serta teknokrasi pemerintahan.
Masuknya tokoh buruh, kembalinya figur lama, dan rotasi pejabat ke posisi strategis menandakan Prabowo ingin menjaga keseimbangan antara profesionalisme, representasi kelompok masyarakat, serta loyalitas politik.
Pengamat menilai reshuffle masih mungkin berlanjut jika Presiden menganggap perlu adanya penyegaran di sektor lain.
Fokus Kerja Pemerintah
Dengan susunan baru ini, publik kini menanti gebrakan para pejabat yang baru dilantik. Tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini mencakup pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga pangan, lapangan kerja, pengelolaan lingkungan hidup, serta komunikasi publik yang efektif.
Reshuffle ini menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan kabinetnya tetap solid dan mampu menjawab tuntutan masyarakat di tengah dinamika nasional yang terus berkembang. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)









