Resmi! Johan Kadrik Jabat Waketum Pertambangan LMP, Siap Garap Sektor Strategis Nasional

Ketum LMP Tunjuk Johan Kadrik sebagai Waketum Pertambangan, Siap Perkuat Sektor Ekonomi dan Investasi

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Pasca pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan rekonsiliasi kepengurusan Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP), nama Johan Kadrik SH, MH, C.Med semakin mendapat perhatian di lingkungan organisasi tersebut. Tokoh LMP asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Pertambangan Markas Besar Laskar Merah Putih. Kamis (18/6/2026)

Penunjukan Johan Kadrik merupakan bagian dari penguatan struktur kepengurusan organisasi pasca rekonsiliasi yang digelar dalam momentum Rapimnas LMP di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Pengukuhan kepengurusan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Markas Besar LMP, H.M. Arsyad Cannu, serta dihadiri jajaran pengurus pusat dan perwakilan kader dari berbagai daerah di Indonesia.

banner 336x280

Penempatan Johan pada posisi strategis bidang pertambangan dinilai sebagai bentuk kepercayaan organisasi terhadap kapasitas, pengalaman, serta komitmennya dalam membangun peran LMP di sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LMP H.M. Arsyad Cannu menegaskan bahwa rekonsiliasi yang telah tercapai menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, persatuan yang kembali terbangun harus menjadi energi baru bagi seluruh kader untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap bangsa dan negara.

Arsyad mengatakan, dinamika yang terjadi dalam tubuh organisasi selama beberapa tahun terakhir telah memberikan banyak pelajaran berharga. Perbedaan pandangan dan berbagai persoalan internal yang sempat muncul harus dijadikan pengalaman untuk membangun organisasi yang lebih solid dan matang.

“Kalau saja ada yang berhak merasa sakit hati, mungkin saya orang pertama. Tetapi saya memilih tetap tenang, berpikir rasional, memahami keadaan, dan mencari solusi terbaik demi masa depan organisasi,” ujar Arsyad.

Ia menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan sekadar penyatuan kembali kepengurusan, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menjaga keutuhan organisasi sekaligus mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Arsyad, LMP harus menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tokoh dan kader yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi dengan mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kita harus bertanya kepada diri sendiri, siapa lagi yang akan peduli terhadap NKRI jika bukan kita. Jangan sampai energi kita habis untuk konflik internal, sementara bangsa membutuhkan kontribusi nyata dari organisasi masyarakat seperti LMP,” tegasnya.

Sementara itu, Johan Kadrik menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh Ketua Umum dan jajaran organisasi kepadanya. Ia menilai jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk membangun sinergi dan memperkuat peran organisasi dalam sektor pertambangan.

Menurut Johan, sektor pertambangan masih menjadi salah satu bidang strategis yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai Wakil Ketua Umum Pertambangan, Johan mengaku akan mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam menjalankan tugasnya. Ia berkomitmen merangkul seluruh pihak yang memiliki kewenangan dan peran dalam pengelolaan sektor pertambangan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kami akan merangkul semua pihak yang memiliki kewenangan dan kebijakan agar sektor pertambangan dapat menjadi salah satu sektor andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masa depan,” ujar Johan, Kamis (18/6/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya respons cepat terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Menurutnya, setiap tantangan harus dipandang sebagai peluang untuk menciptakan solusi yang produktif dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Visi kami adalah membangun sinergi yang kuat. Sedangkan misinya adalah tanggap terhadap persoalan yang berkembang dan segera merumuskan solusi yang dapat menjadi peluang pekerjaan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Markas Daerah (Mada) LMP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Irawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Johan Kadrik untuk bergabung dalam jajaran pengurus Markas Besar LMP.

Menurut Ferry, penunjukan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar LMP Babel karena menunjukkan bahwa kader daerah memiliki kemampuan dan kapasitas untuk berkiprah di tingkat nasional.

Ia berharap keberadaan Johan di struktur pusat dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pengurus daerah dan pengurus pusat dalam menjalankan berbagai program organisasi.

“Tentunya amanah serta jabatan yang diberikan Ketua Umum kepada Bung Johan patut kita apresiasi dan banggakan. Semoga amanah tersebut dapat dikolaborasikan dengan daerah dan membawa manfaat bagi masyarakat serta kader-kader LMP, khususnya di Bangka Belitung,” ujar Ferry.

Dengan selesainya proses rekonsiliasi dan terbentuknya kepengurusan baru, LMP kini memasuki babak baru perjalanan organisasi. Kehadiran Johan Kadrik sebagai Wakil Ketua Umum Pertambangan diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam mendorong pembangunan ekonomi, memperluas kemitraan strategis, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. (Sunber : babelupdate.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *