PT Timah Tenggelamkan 36 Atraktor Cumi di Perairan Buku Limau untuk Jaga Ekosistem dan Dukung Nelayan

Jaga Ekosistem dan Dukung Nelayan, PT Timah Sebar Atraktor Cumi di Perairan Belitung Timur

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG TIMUR) – PT Timah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung kesejahteraan nelayan di wilayah operasionalnya. Pekan lalu, perusahaan tambang timah tersebut bersama kelompok nelayan Pesisir Pulau Buku Limau menenggelamkan sebanyak 36 unit atraktor cumi di Perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur. Senin (7/7/2025)

Program penenggelaman atraktor cumi ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, tetapi juga dapat meningkatkan hasil tangkapan para nelayan setempat. Kehadiran atraktor cumi di laut diyakini mampu menjadi rumah bagi cumi-cumi sehingga mempermudah nelayan dalam menangkapnya.

banner 336x280

Menariknya, PT Timah sebelumnya juga melibatkan kelompok nelayan Pesisir Pulau Buku Limau dalam proses pembuatan atraktor cumi tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan karena memberikan tambahan penghasilan bagi mereka.

Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Pulau Buku Limau, Amirudin, menyambut baik program ini. Ia menilai atraktor cumi sangat dibutuhkan oleh nelayan karena selama ini mereka harus melaut hingga jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan cumi.

“Kami senang dengan adanya penenggelaman atraktor cumi ini, kalau nanti ini berhasil setelah dimonitoring kami tidak perlu lagi jauh-jauh untuk menangkap cumi. Selama ini kami harus melaut cukup jauh untuk bisa mendapatkan cumi,” katanya.

Amirudin juga menjelaskan bahwa keberadaan atraktor cumi akan membantu nelayan menghemat biaya operasional, terutama pengeluaran untuk bahan bakar minyak (BBM).

“Selama ini kami kalau melaut jauh, butuh bahan bakarnya banyak dan semakin hari semakin mahal. Tapi dengan adanya atraktor cumi yang ditenggelamkan dengan jarak yang cuma 1 mil ini tentu selain lebih dekat kami juga bisa menghemat bahan bakar,” ujarnya.

Ia berharap program seperti ini bisa terus dilanjutkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh nelayan di wilayah lain.

Sementara itu, Sekretaris Desa Buku Limau, Muhammad Agung, turut mengapresiasi langkah yang diambil PT Timah. Menurutnya, mayoritas masyarakat di desanya berprofesi sebagai nelayan sehingga program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka.

“Sekitar 90 persen masyarakat berprofesi sebagai nelayan, harapan kami kedepannya mudah-mudahan bisa menambah pendapatan nelayan. Karena memang sejauh ini nelayan kami cukup jauh kalau mau menangkap cumi,” katanya.

Penenggelaman atraktor cumi ini juga merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Timah yang terus dilakukan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Dengan adanya atraktor cumi ini, diharapkan ekosistem laut di Perairan Buku Limau akan semakin terjaga dan populasi cumi-cumi di sekitar area tersebut dapat meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi ekonomi nelayan. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *