Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka Tengah » Diduga Aniaya 6 Anak di Bawah Umur, 3 Oknum Polisi Bangka Tengah Dilaporkan Warga

Diduga Aniaya 6 Anak di Bawah Umur, 3 Oknum Polisi Bangka Tengah Dilaporkan Warga

  • account_circle putri utami
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Malam di Desa Kurau, Bangka Tengah, berubah menjadi tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi enam anak di bawah umur. Mereka, sebagian besar masih berseragam sekolah, diduga menjadi korban penganiayaan tiga oknum aparat penegak hukum. Peristiwa ini sontak mengguncang warga setempat dan menimbulkan kecaman keras dari berbagai kalangan. Senin (15/9/2025)

Menurut kesaksian salah satu korban berinisial AL (16), kejadian bermula dari candaan sederhana yang berujung petaka. Para remaja itu bermain kembang api, namun tanpa sengaja salah satunya jatuh ke jalan, memicu amarah tiga oknum aparat tersebut.

“Kami niatnya bercanda, bukan mau melempar mereka,” ungkap AL lirih.

Alih-alih menyelesaikan dengan bijak, tiga oknum itu langsung melakukan pengejaran. AL menggambarkan suasana mencekam ketika mereka diburu seperti hewan.

“Kami langsung dipepet, tangan saya ditarik, lalu saya dipukul,” cerita AL.

Situasi semakin memburuk ketika para korban diseret ke sebuah gang kecil yang gelap. Di tempat tersembunyi itu, tindak kekerasan berupa pemukulan dan makian dilancarkan tanpa ampun. Perlakuan yang seharusnya tak pantas dilakukan, apalagi oleh aparat yang bertugas melindungi masyarakat.

Tak berhenti di situ, oknum-oknum tersebut memaksa AL untuk menghubungi rekan-rekannya yang lain. Dengan nada penuh ancaman, mereka menuntut agar teman-temannya kembali ke lokasi.

“Mereka meminta agar kawan-kawan AL kembali, atau ‘tidak dibalik lagi’,” kenang korban, menggambarkan ketakutan yang dialami.

Ancaman tersebut membuat korban dan rekan-rekannya panik. Saat teman-teman mereka tiba, tanpa ada penjelasan apapun, mereka langsung menjadi sasaran kekerasan.

“Kawan saya dicekik, ditampar, bahkan di-smackdown,” kenang AL, suaranya bergetar.

Pukulan, tendangan, hingga kekerasan verbal mewarnai malam itu. Para remaja tak berdaya menghadapi perlakuan kasar. Situasi baru mereda ketika Kepala Desa setempat datang untuk melerai, seakan menjadi penyelamat yang menghentikan aksi keji tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, tiga oknum aparat yang diduga terlibat masing-masing berinisial Aldo (anggota Brimob), Rangga (anggota Sat Narkoba Polres Bangka Tengah), dan Zaki (anggota Polres Bangka Tengah). Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kasus dugaan penganiayaan ini.

Keluarga korban menyampaikan kekecewaan mendalam atas peristiwa ini. Luka fisik mungkin dapat diobati, namun trauma psikologis yang dialami para korban diperkirakan akan terus membekas.

Warga menilai, insiden ini menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian, yang seharusnya hadir untuk memberikan rasa aman. Alih-alih melindungi, justru tindakan ini mencederai kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih menyisakan pertanyaan besar. Masyarakat menunggu langkah tegas dari aparat kepolisian untuk memberikan keadilan bagi para korban dan memastikan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Luka fisik mungkin akan sembuh, tetapi trauma psikologis akan menjadi bayangan panjang yang terus menghantui.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kekuasaan yang dimiliki aparat penegak hukum bukan untuk disalahgunakan, melainkan harus dijalankan demi melindungi masyarakat, termasuk anak-anak yang seharusnya berada dalam lingkar aman. (Sumber: babelnewsupdate.com, Editor: KBO Babel)

  • Penulis: putri utami

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Timah Tbk Konsisten Tebar Hewan Kurban di Bangka Barat, Warga Apresiasi Komitmen Tahunan

    PT Timah Tbk Konsisten Tebar Hewan Kurban di Bangka Barat, Warga Apresiasi Komitmen Tahunan

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Menyambut Idul Adha 1446 Hijriah, PT Timah Tbk kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di Kabupaten Bangka Barat pada Rabu (4/6/2025). Penyerahan ini menjadi bagian dari program rutin tahunan yang dilakukan PT Timah untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di wilayah operasionalnya. Kamis (5/6/2025) Sejumlah masjid dan musala menerima sapi […]

  • Dari Gang Buntu Jadi Sumber Inspirasi: Asriyani Bangkit Lewat Keripik Jagung Asri Bersama PT TIMAH Tbk

    Dari Gang Buntu Jadi Sumber Inspirasi: Asriyani Bangkit Lewat Keripik Jagung Asri Bersama PT TIMAH Tbk

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Di sebuah gang buntu di Jalan Fatmawati, Kampak Tua Tunu Indah, Pangkalpinang, aroma jagung manis yang digoreng gurih kerap menguar dari rumah sederhana milik Asriyani (46). Di balik wangi khas itu tersimpan kisah inspiratif perjuangan seorang perempuan tangguh yang berhasil bangkit dari keterpurukan melalui produk “Keripik Jagung Asri”, camilan renyah yang […]

  • Bagaimana Nasib Uang Pengganti Kasus Timah Pasca Suparta Wafat?

    Bagaimana Nasib Uang Pengganti Kasus Timah Pasca Suparta Wafat?

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Kejaksaan Agung RI sedang mempelajari kelanjutan kasus uang pengganti dari perkara korupsi pengelolaan timah, menyusul wafatnya terdakwa utama, Suparta, yang merupakan Direktur Utama PT Refined Bangka Tin (RBT). Langkah-langkah untuk memulihkan kerugian negara akibat kasus ini tengah dalam pengkajian. Selasa (29/4/2025) “Itu kan sudah bagian kerugian keuangan negara, itu nanti di […]

  • Merespons Cepat Aduan Warga, Gubernur Babel Cek Kerusakan Dermaga Pulau Kelapan

    Merespons Cepat Aduan Warga, Gubernur Babel Cek Kerusakan Dermaga Pulau Kelapan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani bergerak cepat menanggapi viralnya video kondisi dermaga rusak di Pulau Kelapan yang diunggah akun TikTok @Citra Bahari Kelapan Island. Tanpa menunda waktu, Gubernur bersama rombongan langsung turun ke lokasi untuk mengecek kondisi fasilitas yang selama ini menjadi akses vital bagi warga setempat, Selasa […]

  • Aksi Transfer BBM Ilegal di Talang Duku Terungkap, Publik Pertanyakan Peran Airud

    Aksi Transfer BBM Ilegal di Talang Duku Terungkap, Publik Pertanyakan Peran Airud

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAMBI) — Aktivitas dugaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali terjadi di Provinsi Jambi. Meski Polda Jambi bersama tim gabungan baru-baru ini gencar melakukan razia di berbagai sumur minyak dan gudang penyimpanan, aksi para mafia BBM tampaknya belum surut. Pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 00.30 WIB, dua truk tangki berwarna biru-putih dengan […]

  • Tak Puas Putusan Banding, Nikita Mirzani Resmi Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung

    Tak Puas Putusan Banding, Nikita Mirzani Resmi Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Kasus hukum yang menjerat artis Nikita Mirzani kembali memasuki babak baru. Tidak puas dengan putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Nikita Mirzani melalui kuasa hukumnya secara resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Pengajuan kasasi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan hukum terakhir atas putusan yang dinilai belum mencerminkan rasa […]

expand_less