KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Banjir rob merendam sedikitnya 220 rumah di Kelurahan Gedung Nasional, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu, 7 Desember 2025. Genangan air laut pasang tersebut masuk ke permukiman warga sejak dini hari dan bertahan hingga siang hari. Ratusan rumah yang terdampak tersebar di RT 5, RT 6, RT 7, dan RT 8. Air laut menggenangi jalan lingkungan, halaman rumah, hingga masuk ke dalam bangunan dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter. Senin (8/12/2025)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan jumlah 220 rumah yang terdampak merupakan data sementara yang dihimpun dari pihak Kelurahan Gedung Nasional. Menurutnya, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pendataan masih terus dilakukan di sejumlah wilayah pesisir lainnya.
“Kurang lebih sekitar 220 rumah terendam banjir rob. Ini data awal dari Kelurahan Gedung Nasional dan akan kami perbarui untuk wilayah pesisir lainnya,” kata Dedy kepada wartawan, Minggu.
Dedy menyebutkan, banjir rob yang terjadi di wilayah tersebut belum mencapai puncaknya. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak pasang maksimum air laut diperkirakan terjadi pada 8 hingga 9 Desember 2025. Dengan masih berlangsungnya fase pasang tinggi, genangan air diprediksi masih akan terus terjadi secara berkala dalam beberapa hari ke depan, terutama pada jam-jam tertentu saat air laut mencapai titik tertinggi.
Ia menjelaskan, kondisi banjir rob kali ini dipengaruhi oleh fenomena fase Perigee, yakni saat jarak bulan berada pada titik terdekat dengan bumi. Fenomena tersebut bertepatan dengan fase Bulan Purnama yang terjadi pada 4 Desember 2025. Kombinasi kedua faktor astronomi ini meningkatkan gaya tarik gravitasi bulan terhadap massa air laut sehingga menyebabkan kenaikan pasang yang lebih tinggi dari kondisi normal. Akibatnya, air laut lebih mudah meluap ke daratan pesisir.
Dedy juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Gedung Nasional, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga, peralatan elektronik, serta dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai saat air pasang tinggi karena berisiko terseret arus dan terjatuh ke laut.
BPBD Pangkalpinang, lanjut Dedy, menyiagakan personel selama dua puluh empat jam untuk memantau perkembangan banjir rob dan membantu warga jika sewaktu-waktu membutuhkan evakuasi. Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang harus mengungsi, namun petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lurah, camat, serta aparat kewilayahan untuk mempercepat pendataan dan penanganan.
Sejumlah warga mengaku banjir rob kali ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Air laut yang masuk ke rumah menyebabkan perabotan basah dan lantai menjadi licin. Beberapa warga terpaksa mengevakuasi sepeda motor serta barang dagangan ke tempat yang lebih aman. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir rob berulang dinilai memberi kerugian ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama bagi pedagang kecil dan nelayan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca dan pasang surut air laut yang dikeluarkan BMKG. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi warga dalam menentukan langkah antisipasi. Dedy menegaskan, apabila kondisi air laut semakin tinggi dan membahayakan keselamatan, warga diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan cepat di lapangan. Layanan kedaruratan BPBD disebut selalu siap dihubungi kapan pun.
Dengan masih berlangsungnya fase pasang maksimum hingga beberapa hari ke depan, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak menganggap remeh potensi banjir rob. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar. BPBD memastikan akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat pesisir Pangkalpinang hingga kondisi pasang air laut kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa.
Hingga akhir pendataan sementara, belum ada laporan kerusakan berat pada bangunan, namun genangan diperkirakan masih dapat meningkat seiring laju pasang air laut yang belum sepenuhnya mencapai puncak hari ini secara keseluruhan.










