KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Komandan Korem (Danrem) 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, SE., MH., M.I.Pol., menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memastikan seluruh biaya pengobatan Rayyan (7), bocah yang menjadi korban insiden tenggelam di kawasan Pintu Air, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, ditanggung oleh Korem 045/Garuda Jaya bersama Rumah Sakit Batin Tikal Pangkalpinang. Kamis (16/7/2026)
Langkah tersebut diambil setelah diketahui korban tidak memiliki jaminan kesehatan melalui BPJS, sehingga keluarga dikhawatirkan mengalami kesulitan dalam menanggung biaya perawatan medis.
Rayyan sebelumnya diduga tenggelam saat berenang bersama tiga orang temannya di kawasan Pintu Air pada Rabu (15/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat anak tersebut bermain dan berenang di lokasi tersebut pada siang hari.
Namun, saat ketiga temannya lebih dahulu naik ke daratan, Rayyan masih berada di dalam air. Tidak lama kemudian, bocah berusia tujuh tahun itu diketahui tenggelam sehingga warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.
Korban kemudian dievakuasi dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Batin Tikal Pangkalpinang untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Mendengar kabar tersebut, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Nur Wahyudi segera mengambil langkah cepat dengan memastikan korban memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus memikirkan persoalan biaya.
Danrem menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Ini merupakan bentuk kemanusiaan yang bisa kami berikan,” ujar Brigjen TNI Nur Wahyudi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya sebatas menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga harus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat dan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa Korem 045/Garuda Jaya akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu apabila membutuhkan pertolongan, khususnya di bidang kesehatan maupun kondisi darurat lainnya.
Brigjen Nur Wahyudi berharap kondisi Rayyan segera membaik sehingga dapat kembali beraktivitas seperti anak-anak seusianya.
Selain memberikan dukungan kepada keluarga korban, Danrem juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika bermain di kawasan sungai, kolam, maupun perairan terbuka yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.
“Ke depan kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Perlu adanya edukasi kepada anak-anak serta pengawasan dari orang tua ketika mereka bermain, khususnya di kawasan perairan,” pesannya.
Ia menilai pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan anak-anak, terutama saat musim liburan atau ketika mereka bermain di lokasi yang memiliki risiko tinggi.
Sementara itu, ayah Rayyan, Budiyanto, mengaku sangat terharu dan bersyukur atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Danrem 045/Garuda Jaya dan jajaran Rumah Sakit Batin Tikal Pangkalpinang.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terlebih karena mereka tidak memiliki perlindungan kesehatan melalui BPJS.
Budiyanto mengatakan dirinya dan keluarga sempat khawatir memikirkan biaya pengobatan yang harus ditanggung. Namun kekhawatiran itu sirna setelah mengetahui seluruh biaya perawatan putranya akan ditanggung.
“Kami sekeluarga sangat terbantu. Saya tidak bisa berkata-kata lagi. Terima kasih banyak kepada Bapak Danrem beserta jajaran Korem. Semoga selalu diberikan kesehatan, kemudahan dalam bertugas, dan kesuksesan,” ungkap Budiyanto.
Hingga saat ini, Rayyan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Batin Tikal Pangkalpinang dan terus mendapat penanganan dari tim medis. Keluarga berharap kondisi bocah tersebut segera pulih sehingga dapat kembali berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga serta teman-temannya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan. Edukasi mengenai keselamatan serta pengawasan yang memadai diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (Sumber : wartabangka.id, Editor : KBO Babel)














