KBOBABEL.COM (Jakarta) – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menuduh adanya upaya teror terhadap dirinya dan keluarganya yang melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tuduhan ini muncul melalui pernyataan dalam kanal YouTube miliknya pada Selasa (1/7/2025). Amien Rais mengklaim bahwa Jokowi diduga menjadi dalang dari dua insiden yang menimpa keluarganya: teror penembakan mobilnya pada 2014 dan kecelakaan yang dialami putranya, Ahmad Hanafi Rais, pada 2020. Selasa (1/7/2025)
Penembakan Mobil Amien Rais pada 2014
Amien mengungkapkan bahwa salah satu bentuk teror yang ia alami adalah penembakan terhadap mobilnya pada 6 November 2014 di kediamannya di Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat dirinya tengah tertidur.
“Kalau membunuh saya (Jokowi) mungkin masih pikir-pikir, jadi saya mau dipermalukan. Caranya dia kirim seorang anak muda di malam hari untuk menembak tangki mobil saya supaya ledakan dan kebakaran hebat agar orang sekampung geger,” katanya.
Mobil miliknya dilaporkan ditembak oleh orang tak dikenal (OTK), sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PAN saat itu, Drajad Wibowo.
“Rumah Pak Amien ditembaki orang tak dikenal. Pelurunya menembus mobil Pak Amien yang terparkir di halaman rumah,” ujar Drajad.
Berdasarkan keterangan saksi mata dari satpam rumah, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah melakukan aksinya.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa peluru yang digunakan berkaliber 223 militer, yang biasa digunakan untuk senjata SS1 atau M16. Kabid Humas Polda DI Yogyakarta saat itu, AKBP Anny Pudjiastuti, menjelaskan bahwa senjata tersebut merupakan senjata rakitan.
“Barang bukti yang ditemukan berupa satu kali lubang tembakan di bagian belakang mobil, serpihan jaket, dan inti anak peluru. Di sekitar lubang juga tidak ditemukan mesiu,” jelasnya.
Kabareskrim Polri saat itu, Komjen Suhardi Alius, menambahkan bahwa penembakan dilakukan dalam jarak sekitar 10 meter.
“Itu berasal dari selongsong, alurnya tidak sempurna. Jarak tembak sekitar 10 meter,” katanya.
Menanggapi insiden tersebut, Amien Rais saat itu menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada kepolisian.
“Saya minta Kapolres, mohon pengurusannya sampai tuntas. Sampai ketahuan pelaku, motif, dan yang menyuruh. Dibawa ke proses hukum. Jangan terlalu dibesar-besarkan,” ucapnya.
Namun, meski insiden tersebut sudah berlalu selama 11 tahun, pelaku dan motif di balik penembakan tersebut hingga kini belum terungkap.
Tuduhan Dalang Kecelakaan Putra Sulungnya
Selain tudingan terkait teror penembakan, Amien Rais juga menuduh Jokowi sebagai dalang dari kecelakaan yang menimpa putra sulungnya, Ahmad Hanafi Rais, pada 18 Oktober 2020 di Tol Cipali KM 112.900, Subang, Jawa Barat. Dalam video yang sama, Amien mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut dirancang secara sistematis untuk mengancam keluarganya.
“Anak sulung saya, Ahmad Hanafi Rais, oleh rezim Jokowi pernah mau dibunuh dengan ploting cukup rapi,” ujar Amien. Ia menceritakan bahwa kejadian bermula ketika Hanafi melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Amien menduga bahwa dua mobil sedan membuntuti Hanafi sejak di Semarang, Jawa Tengah.
“Sejak dari Semarang, Hanafi merasa aneh mengapa ada dua sedan yang terus membuntuti mobilnya. Bila mobil Hanafi berjalan cepat, dua sedan misterius itu juga berjalan cepat. Kemudian jika mobil Hanafi pelan, dua mobil itu juga ikutan pelan,” jelas Amien.
Setibanya di Tol Cipali, dua truk besar disebut terlibat dalam insiden tersebut. Salah satu truk menyalip mobil Hanafi dan mendadak mengerem, sementara truk lainnya menyeruduk dari belakang.
“Dan truk yang di belakang menyeruduk menghancurkan bagian belakang mobil Hanafi. Mobil Alphard Hanafi hampir putus jadi dua bagian saking kerasnya tabrakan truk dari belakang,” tambahnya.
Akibat insiden itu, Hanafi mengalami luka berat.
“Pelipisnya luka, hidungnya retak, dan juga mengucurkan darah segar. Tulang punggungnya retak,” tuturnya.
Amien juga mengungkapkan bahwa hingga kini, Hanafi belum dapat berjalan dengan normal akibat kecelakaan tersebut.
Panit PJR Tol Cipali, Iptu Karyana, menyatakan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kendaraan yang menabrak mobil Hanafi langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Kondisi di sekitar lokasi tanpa ada penerangan jalan,” katanya.
Kabid Humas Polda Jabar saat itu, Kombes Erdi A Chaniago, juga mengatakan bahwa identitas kendaraan yang menabrak belum diketahui.
“Kedua kendaraan itu diduga meninggalkan lokasi kejadian. Identitasnya masih diselidiki,” ujarnya.
Amien menuding bahwa kecelakaan tersebut dirancang oleh Jokowi untuk membuatnya berhenti mengkritik kebijakan pemerintah.
“Mungkin maksud Jokowi supaya syok dan ketakutan. Jokowi ternyata belum puas, kok Hanafi masih hidup?” katanya.
Belum Ada Bukti Keterlibatan Jokowi
Meskipun tudingan serius telah dilayangkan oleh Amien Rais, hingga kini belum ada bukti konkret yang mengaitkan Presiden Jokowi dengan dua insiden tersebut. Tuduhan tersebut lebih bersifat klaim pribadi tanpa didukung oleh hasil penyelidikan resmi.
Amien Rais sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh yang kerap melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Jokowi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tindakannya untuk terus mengkritik adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai oposisi.
“Mengapa Jokowi ingin membunuh anak saya? Supaya saya berhenti mengkritik kebijakan Jokowi yang memang harus dikritik,” ucap Amien.
Tuduhan yang dilontarkan oleh Amien Rais terhadap Jokowi terkait teror penembakan dan kecelakaan putranya menjadi sorotan publik. Namun, hingga saat ini, kasus penembakan mobil Amien pada 2014 dan kecelakaan Ahmad Hanafi Rais pada 2020 belum menemui titik terang. (Sumber: Tribunnews.com, Editor: KBO Babel)











