
KBOBABEL.COM (LUBUK BESAR) – Angin ribut disertai hujan deras menerjang Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (4/3/2026) siang. Peristiwa yang berlangsung sekitar satu jam itu membuat warga panik dan menyebabkan sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan cukup parah. Kamis (5/3/2026)
Berdasarkan informasi dari pemerintah desa, angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 14.40 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 15.40 WIB. Dalam waktu singkat, terpaan angin merusak bagian atap dan sejumlah bangunan rumah warga hingga porak poranda.

Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni, membenarkan adanya bencana angin ribut yang menimpa wilayahnya tersebut. Ia mengatakan, pemerintah desa bersama warga langsung bergerak cepat membantu para korban serta melakukan penanganan darurat.
“Begitu kejadian kami langsung turun ke lokasi membantu warga yang rumahnya rusak. Prioritas kami memastikan mereka aman dan tidak kehujanan di dalam rumah,” ujar Yani Basaroni, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, setelah menerima laporan dari warga, pihak desa segera melakukan pengecekan di lokasi rumah yang terdampak. Dari hasil pendataan sementara, terdapat empat rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang tersebut.
Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah yang terangkat atau rusak akibat angin. Beberapa bagian bangunan juga mengalami kerusakan karena material yang terlepas terbawa angin.
Untuk penanganan awal, pemerintah desa langsung menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan makanan siap saji kepada warga terdampak. Terpal dipasang sementara untuk menutup bagian atap rumah yang rusak agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.
“Kita pastikan bantuan terpal dan makanan siap saji sampai ke tangan warga dulu. Kami tidak ingin warga kehujanan di dalam rumah sendiri,” jelas Yani.
Selain bantuan darurat, pemerintah desa juga menyiapkan material bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak. Sebanyak 14 keping asbes disediakan guna mengganti atap rumah yang rusak akibat bencana tersebut.
Yani mengatakan, pemasangan terpal dilakukan sebagai langkah sementara untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan. Sementara itu, perbaikan permanen langsung dilakukan dengan memasang atap asbes pada bagian rumah yang rusak.
“Takut hujan susulan datang lagi, tadi terpal sudah kita pasang secara darurat. Hari ini asbes langsung kita pasang permanen agar rumah warga bisa kembali digunakan dengan aman,” tambahnya.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, warga tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah desa juga menginstruksikan para ketua RT di wilayah Desa Perlang untuk siaga dan memantau kondisi lingkungan masing-masing. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika terjadi cuaca ekstrem atau bencana susulan.
Yani menyebutkan, terdapat 27 titik RT di Desa Perlang yang diminta untuk bersiaga dan segera melaporkan kepada pihak desa apabila ada tanda-tanda potensi bencana.
“Kami minta seluruh RT siaga penuh. Jika melihat tanda-tanda cuaca ekstrem atau ada kejadian darurat, segera lakukan evakuasi warga dan laporkan ke pemerintah desa,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Kerja sama antara warga dan pemerintah desa dinilai sangat penting untuk meminimalisir dampak apabila terjadi bencana.
Dengan penanganan cepat yang dilakukan, diharapkan kondisi rumah warga yang terdampak bisa segera pulih dan aktivitas masyarakat di Desa Perlang dapat kembali berjalan normal. (Sumber : LASPELA, Editor : KBO Babel)









