KBOBABEL.COM (BANGKA) – Komitmen dunia usaha dalam mendukung pendidikan dan keselamatan generasi muda kembali ditunjukkan melalui program Arsari Tambang Goes to School. Program yang digagas oleh PT Mitra Stania Prima (MSP), bagian dari Holding Group Arsari Tambang, menggelar pelatihan pemadaman kebakaran dan penanganan luka bakar bagi siswa dan guru di SMP Negeri 2 Riau Silip, Kabupaten Bangka, Senin (27/4/2026). Selasa (2/5/2026)
Kegiatan edukatif tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya yang berkaitan dengan kebakaran dan kecelakaan yang dapat terjadi di lingkungan belajar mengajar.
Puluhan siswa, guru, dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang diberikan oleh tim Health Safety and Environment (HSE) PT Mitra Stania Prima. Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta langkah-langkah penanganan awal terhadap korban luka bakar.
Komisaris PT Mitra Stania Prima, Harwendro Adityo Dewanto, menyampaikan bahwa program Arsari Tambang Goes to School merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi berbagai situasi darurat.
Menurutnya, edukasi keselamatan harus diberikan sejak dini agar para pelajar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat berguna bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Kita peduli pendidikan dan sangat support kemajuan generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat agar para siswa memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan mampu bertindak dengan benar saat menghadapi situasi darurat,” ujar Harwendro.
Ia menegaskan bahwa perusahaan sejak awal memiliki komitmen kuat dalam mendukung perkembangan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dukungan tersebut tidak hanya melalui bantuan sarana pendidikan, tetapi juga lewat program edukasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Health Safety and Environment (HSE) PT MSP, Sandy, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai bahaya kebakaran, faktor penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, hingga teknik penanganan saat keadaan darurat terjadi.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya kebakaran, cara pencegahannya, serta tindakan cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” jelasnya.
Dalam sesi teori, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai penyebab kebakaran yang umum terjadi, baik akibat korsleting listrik, kelalaian manusia, maupun faktor lainnya. Para peserta juga diperkenalkan dengan jenis-jenis APAR dan fungsi masing-masing alat dalam memadamkan api.
Tidak berhenti pada teori, peserta kemudian diajak mengikuti praktik lapangan. Dalam sesi ini, siswa dan guru berkesempatan mencoba langsung menggunakan APAR untuk memadamkan api yang telah disiapkan dalam simulasi kebakaran.
Praktik tersebut menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta. Dengan didampingi instruktur, para siswa tampak bersemangat mencoba teknik penggunaan APAR secara benar dan aman.
Selain pelatihan pemadaman kebakaran, peserta juga mendapatkan materi mengenai pertolongan pertama pada korban luka bakar. Materi ini mencakup langkah-langkah penanganan awal yang harus dilakukan ketika seseorang mengalami luka bakar, termasuk tindakan yang sebaiknya dihindari agar kondisi korban tidak semakin parah.
Pengetahuan tersebut dinilai penting karena luka bakar merupakan salah satu jenis cedera yang cukup sering terjadi, baik di lingkungan rumah tangga maupun tempat umum. Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan masyarakat dapat memberikan pertolongan awal yang benar sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana pelatihan terlihat interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan serta mengikuti berbagai simulasi yang diberikan oleh instruktur.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah. Selain menambah wawasan, pelatihan ini juga membantu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Sandy menambahkan, melalui program Arsari Tambang Goes to School, perusahaan ingin menanamkan budaya keselamatan sejak usia dini agar menjadi bagian dari karakter generasi muda di masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan budaya sadar keselamatan di lingkungan sekolah serta meningkatkan kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi keadaan darurat,” katanya.
Melalui program ini, Arsari Tambang kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang memberikan manfaat langsung. Tidak hanya berfokus pada sektor usaha, perusahaan juga berupaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan, Arsari Tambang berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah lainnya di Bangka Belitung guna menciptakan generasi muda yang cerdas, tangguh, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar. (KBO Babel)

















