KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Komitmen PT Mitra Stania Prima (MSP) atau Arsari Tambang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keagamaan di wilayah operasional perusahaan. Selasa (2/5/2026)
Direktur PT MSP, Harwendro Adityo Dewanto mengatakan, program PPM merupakan salah satu instrumen penting yang dijalankan perusahaan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Melalui program tersebut, perusahaan tidak hanya menjalankan aktivitas usaha pertambangan, tetapi juga berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Menurut Harwendro, pelaksanaan program PPM mengacu pada pedoman yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam aturan tersebut, terdapat sejumlah sektor prioritas yang wajib menjadi perhatian perusahaan dan dimasukkan ke dalam Rencana Induk Program PPM serta Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) tahunan.
“Tujuannya adalah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat itu sendiri. Program-program ini tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” kata Harwendro.
Ia menjelaskan, berbagai program yang dijalankan perusahaan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan diimplementasikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Harwendro menegaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya meningkatkan kualitas program PPM dari tahun ke tahun. Menurutnya, keberadaan perusahaan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
“Kami ada untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Karena itu program-program yang dijalankan harus benar-benar memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Manager HRGA PT MSP, Feby Ardian mengatakan bahwa sejak tahun 2022 hingga akhir 2023, perusahaan telah melaksanakan berbagai program PPM yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Menurutnya, program-program tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan fasilitas kesehatan, hingga pembangunan sarana keagamaan.
“PPM itu benar-benar melibatkan masyarakat dan dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Feby.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari program yang dijalankan perusahaan. Tujuannya tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Feby, setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda sehingga pendekatan yang dilakukan perusahaan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal yang dimiliki masyarakat setempat.
“PPM hadir untuk menjadi solusi yang berkontribusi kepada masyarakat. Potensi-potensi yang ada harus digarap secara maksimal agar mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang berhasil direalisasikan perusahaan pada akhir tahun 2023 adalah pembangunan fasilitas dan sarana pendukung penyulingan minyak atsiri dari tanaman sapu-sapu di Desa Mapur, Kabupaten Bangka.
Program tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Peresmian sekaligus penyerahan fasilitas dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat itu, Safrizal ZA bersama Direktur PT MSP Harwendro Adityo Dewanto.
Fasilitas penyulingan tersebut selanjutnya dikelola oleh UMKM Mapur Assalam yang diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Mapur.
Selain program pemberdayaan ekonomi, PT MSP juga aktif membangun berbagai fasilitas umum dan sosial yang dibutuhkan masyarakat. Pada sektor keagamaan, perusahaan telah membangun Musala di Desa Penyusuk, Kecamatan Belinyu, serta membangun tempat wudhu di Masjid Al Uswah yang berada di kawasan Parit Pekir, Sungailiat.
Di bidang pendidikan, perusahaan membangun Taman Baca Al-Qur’an di Parit Pekir Sungailiat serta memberikan bantuan alat laboratorium kepada SMAN 1 Sungailiat. Selain itu, PT MSP juga menyalurkan beasiswa pendidikan kepada siswa dan siswi SMPN 2 Sungaiselan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.
Pada sektor kesehatan, perusahaan turut membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Mapur serta melakukan rehabilitasi puskesmas di Desa Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat. Tidak hanya itu, perusahaan juga memberikan bantuan alat kesehatan kepada Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung dan bantuan oksigen lengkap dengan regulator kepada Pemerintah Kabupaten Bangka.
Perhatian terhadap kelompok rentan juga diwujudkan melalui bantuan kursi roda kepada Dinas Sosial Kabupaten Bangka Tengah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sektor ekonomi dan pengembangan usaha mikro, PT MSP menyerahkan box kontainer untuk pelaku UMKM di Belinyu, membangun Pusat Jajanan Desa (Pujadesa) bagi UMKM di Desa Air Mesu, Bangka Tengah, serta membantu mesin kemasan atau vacuum sealer bagi UMKM Belangkas Berseri di Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat.
Perusahaan juga memberikan bantuan alat pembuat arang di Desa Jelitik serta bantuan alat penyulingan minyak gaharu di Desa Beruas, Kabupaten Bangka Barat.
Berbagai program tersebut menjadi bukti nyata bahwa kegiatan pertambangan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi perusahaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendorong kemajuan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang berkelanjutan, PT Mitra Stania Prima berharap dapat terus menjadi mitra pembangunan yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (KBO Babel)















