KBOBABEL.COM (Aceh Tamiang) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana mulai Rabu 24 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi pengungsi yang masih membutuhkan bantuan dasar seperti kelambu, selimut, dan tenda untuk menunjang keselamatan serta kesehatan selama berada di lokasi pengungsian. Rabu (24/12/2025)
Perpanjangan masa tanggap darurat itu tertuang dalam keputusan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi yang ditandatangani pada Selasa, 23 Desember 2025. Masa tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari untuk ketiga kalinya sejak bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu.
Juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, mengatakan perpanjangan ini diperlukan karena proses penanganan dampak bencana masih berlangsung. Ia menyebut masa tanggap darurat kini berlaku hingga 6 Januari 2026 agar seluruh upaya pemulihan dapat berjalan optimal.
Menurut Agusliayana, tim gabungan bersama para relawan saat ini masih fokus melakukan pembersihan fasilitas publik dan area pasar yang terdampak banjir. Upaya tersebut dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan mempercepat roda perekonomian di pusat kota.
Sejumlah pedagang dilaporkan sudah mulai kembali berjualan meski dengan keterbatasan. Pemerintah daerah berharap kegiatan jual beli dapat segera normal sehingga kebutuhan harian warga dapat terpenuhi secara bertahap.
Pasca banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025, ribuan warga Aceh Tamiang masih harus bertahan di tempat pengungsian. Pemerintah setempat terus melakukan pendataan korban terdampak sebagai dasar perencanaan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga.
Selain kebutuhan logistik, pemerintah juga memprioritaskan layanan kesehatan, air bersih, serta perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan terarah dan tepat sasaran.
Dengan perpanjangan masa tanggap darurat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan mengingat kondisi alam yang belum sepenuhnya stabil. Dukungan dari pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkeadilan bagi seluruh warga terdampak bencana di wilayah Aceh Tamiang dalam jangka panjang ke depan secara bertahap dan terukur sesuai kebutuhan lapangan yang terus berkembang dinamis. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)
















