Banjir Jadi Masalah Tahunan, Pemkot Pangkalpinang Dorong Pembangunan Bendung Karet

Tiga Kelurahan Rutin Terendam, Wali Kota Pangkalpinang Ajukan Solusi Bendung Karet ke Pusat

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengusulkan pembangunan bendung karet kepada pemerintah pusat sebagai langkah strategis untuk mencegah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut setiap tahun. Usulan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, saat melakukan peninjauan lokasi banjir di sejumlah titik pada Minggu, 7 Desember 2025. Senin (8/12/2025)

Saparudin menjelaskan bahwa banjir di Pangkalpinang merupakan persoalan yang berulang, terutama pada akhir tahun seiring meningkatnya curah hujan dan terjadinya pasang air laut atau banjir rob. Menurutnya, setidaknya tiga kelurahan selalu menjadi langganan banjir, yakni Kelurahan Opas Indah, Rawa Bangun, dan Gedung Nasional. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kerugian ekonomi setiap musim hujan.

banner 336x280

“Setiap tahun banjir melanda tiga kelurahan ini. Karena itu, kami meminta pemerintah pusat membantu percepatan penanganannya agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban banjir,” kata Saparudin yang akrab disapa Udin saat meninjau langsung kawasan tergenang.

Ia menambahkan, pembangunan bendung karet dipilih sebagai solusi karena dinilai lebih efisien, fleksibel, serta dapat dioperasikan sesuai dengan kondisi kebutuhan di lapangan. Bendung karet merupakan infrastruktur pengendali air modern yang terbuat dari material karet khusus berbentuk kantong besar yang dapat mengembang dan mengempis untuk mengatur tinggi permukaan air sungai.

“Fasilitas ini mampu menaikkan muka air untuk irigasi, pasokan air baku, sekaligus berperan penting dalam mitigasi banjir serta mencegah intrusi air laut ke dalam wilayah daratan,” ujar Udin. Ia juga menyebut bahwa volume air yang dapat ditampung oleh bendung karet bervariasi antara 200 hingga 1.000 liter, tergantung pada desain dan kondisi sungai di lokasi pembangunan.

Sebagai perbandingan, Udin menyampaikan bahwa bendung karet telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebagai daerah percontohan. Berdasarkan pengalaman tersebut, bendung karet dinilai cukup efektif dalam mengendalikan air sungai sekaligus menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Selain mengusulkan pembangunan bendung karet, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga melobi pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan tambahan berupa pompa air berkapasitas besar serta program pengerukan daerah aliran sungai. Menurut Udin, sedimentasi di sejumlah sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir karena menghambat aliran air saat hujan deras.

Dalam kunjungannya ke lokasi banjir, Udin turut menyusuri jalan-jalan yang masih tergenang air. Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga yang terdampak. Sejumlah warga mengeluhkan banjir yang selalu terjadi setiap musim hujan dan berharap ada solusi permanen dari pemerintah.

“Daerah ini selalu jadi langganan banjir setiap hujan deras. Kami minta solusi agar wilayah kami tidak terus terendam seperti ini,” ujar seorang ibu rumah tangga yang menyampaikan keluhannya kepada wali kota.

Sebagai bentuk perhatian awal, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyerahkan bantuan makanan siap saji kepada warga yang kesulitan beraktivitas akibat dapur rumah mereka terendam banjir rob. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya bagi keluarga yang terdampak cukup parah.

Udin menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya bergerak pada penanganan darurat, tetapi juga telah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir, khususnya banjir rob di kawasan pesisir. Ia menilai bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu program, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Kami juga meminta warga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melaksanakan gotong royong, terutama membersihkan saluran air agar tidak tersumbat. Upaya pemerintah akan lebih maksimal jika didukung kesadaran masyarakat,” ucap Udin.

Dengan adanya langkah-langkah struktural seperti pembangunan bendung karet, pengadaan pompa air besar, serta pengerukan sungai, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis persoalan banjir tahunan dapat diatasi secara lebih efektif. Udin berharap dalam beberapa tahun ke depan, dampak banjir rob di Pangkalpinang dapat ditekan secara signifikan sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga dapat berjalan normal tanpa terganggu genangan air setiap musim hujan. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *