Banjir Rob Kian Tinggi, Pemkot Pangkalpinang Rencanakan Pengerukan Sungai Pasar Ikan–Opas

Pemkot Pangkalpinang Susun Langkah Jangka Panjang Hadapi Banjir Rob di Wilayah Pesisir

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang untuk menanggulangi dampak banjir rob yang kian meluas dan semakin tinggi di sejumlah wilayah pesisir kota. Salah satu upaya strategis yang akan dilakukan adalah pengerukan dan pendalaman sungai di kawasan belakang Pasar Ikan hingga Kelurahan Opas, yang selama ini menjadi titik rawan genangan saat air laut pasang. Sabtu (27/12/2025)

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan banjir rob sebenarnya bukan fenomena baru bagi masyarakat Pangkalpinang. Rob telah menjadi siklus tahunan yang terjadi sejak lama. Namun, kondisi rob pada tahun ini dinilai jauh lebih tinggi dan meluas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius dan terencana.

banner 336x280

“Rob ini memang sudah terjadi sejak dulu, tapi tahun ini lebih tinggi. Kita juga melihat musibah serupa terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kita harus tetap bersyukur, namun di saat yang sama juga harus waspada,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Prof Udin, Jumat (26/12/2025).

Menurut Prof Udin, tingginya banjir rob tahun ini tidak terlepas dari faktor cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang serta pasang air laut menyebabkan air laut lebih mudah masuk ke kawasan permukiman, terutama di wilayah pesisir dan daerah dengan elevasi rendah. Kondisi ini membuat genangan air bertahan lebih lama dan mengganggu aktivitas warga.

Ia menegaskan, Pemkot Pangkalpinang tidak ingin penanganan banjir rob hanya bersifat sementara atau reaktif. Selama ini, upaya yang dilakukan masih sebatas penanganan darurat, seperti pembersihan saluran air dan pompanisasi. Ke depan, pemerintah daerah ingin menghadirkan solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.

“Kita tidak ingin setiap tahun hanya sibuk menangani dampak. Oleh karena itu, kita siapkan program jangka menengah hingga panjang yang fokus pada perbaikan infrastruktur pengendali banjir dan rob,” jelasnya.

Salah satu program utama yang telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026 adalah pengerukan dan pendalaman saluran air serta sungai di kawasan rawan genangan. Fokus utama berada di kawasan belakang Pasar Ikan hingga wilayah Opas, yang selama ini menjadi jalur aliran air menuju laut namun mengalami pendangkalan.

“Insya Allah tahun depan akan kita keruk dan dalami. Ini sudah kita anggarkan sebagai bagian dari upaya penanganan rob secara lebih permanen,” kata Prof Udin.

Selain pengerukan sungai, Pemkot Pangkalpinang juga tengah menyiapkan rencana pembangunan tanggul karet di sekitar Jembatan Teluk Bayur. Pembangunan tanggul ini diharapkan dapat menjadi penghalang masuknya air laut ke kawasan permukiman saat terjadi pasang tinggi.

“Tahun ini kita fokus pada tahap perencanaan dan pengajuan proposal ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan tahun depan disetujui, sehingga pelaksanaannya bisa dilakukan pada 2027,” ungkapnya.

Menurut Prof Udin, pembangunan tanggul karet membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, baik dari sisi pendanaan maupun teknis pelaksanaan. Oleh karena itu, koordinasi lintas pemerintahan akan terus diperkuat agar rencana tersebut dapat terealisasi sesuai target.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam menghadapi persoalan banjir rob yang semakin kompleks. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem membuat risiko bencana hidrometeorologi semakin meningkat, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

Di sisi lain, Pemkot Pangkalpinang juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rendah, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air, karena kondisi drainase yang tersumbat dapat memperparah genangan saat rob terjadi.

“Penanganan rob ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat juga sangat penting agar upaya yang kita lakukan bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan,” pungkas Prof Udin.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemkot Pangkalpinang berharap dampak banjir rob ke depan dapat ditekan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dan kualitas hidup warga di kawasan pesisir semakin terjaga. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *