BUMDes Sedulang Jaya Operasikan Pabrik Rak Telur, Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

Investasi APBDes Rp650 Juta, BUMDes Sedulang Jaya Produksi Rak Telur dari Bahan Daur Ulang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (MANGGAR) — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sedulang Jaya, Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, resmi mengoperasikan pabrik percetakan rak telur pada Selasa (30/12/2025). Kehadiran pabrik ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan rak telur dari luar daerah. Rabu (31/12/2025)

Kepala Desa Lalang Jaya, Artono, menjelaskan bahwa pabrik percetakan rak telur tersebut dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan total nilai investasi sekitar Rp650 juta di luar pajak. Pembangunan pabrik ini merupakan hasil perencanaan jangka panjang yang telah dimulai sejak tahun 2022, namun sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran desa.

banner 336x280

“Perencanaannya sudah sejak 2022, tetapi karena keterbatasan biaya, pelaksanaannya sempat tertunda. Alhamdulillah, pada tahun ini akhirnya bisa direalisasikan dan mulai beroperasi,” kata Artono kepada awak media, Selasa (30/12/2025).

Ia menerangkan, pabrik percetakan rak telur BUMDes Sedulang Jaya memanfaatkan bahan baku berupa karton dan kertas bekas. Selain bernilai ekonomis, penggunaan bahan daur ulang ini juga sejalan dengan prinsip ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Proses produksi dilakukan dengan mesin cetak khusus yang mampu menghasilkan rak telur dengan kualitas standar untuk kebutuhan peternakan.

Secara teknis, kapasitas produksi pabrik tersebut cukup besar. Dalam kondisi optimal, pabrik mampu memproduksi hingga 2.000 keping rak telur per jam. Namun, Artono mengakui bahwa saat ini operasional pabrik masih menghadapi kendala, terutama pada tahap penjemuran hasil cetakan yang memengaruhi capaian produksi maksimal.

“Kalau semua berjalan optimal, kapasitas produksi bisa mencapai 2.000 keping per jam. Kendala yang masih kami hadapi sekarang ada di proses penjemuran, karena sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya.

Produk rak telur hasil produksi BUMDes Sedulang Jaya dijual dengan harga Rp1.000 per keping. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif dan terjangkau bagi para peternak, khususnya peternak ayam petelur yang membutuhkan rak telur dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Artono menegaskan, tujuan utama pendirian pabrik percetakan rak telur ini bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan, melainkan sebagai upaya nyata memberdayakan masyarakat desa. Melalui unit usaha BUMDes, pemerintah desa ingin menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).

“Tujuan utamanya adalah pemberdayaan masyarakat. Kami ingin desa memiliki usaha produktif yang bisa menyerap tenaga kerja dan memberikan manfaat langsung bagi warga,” katanya.

Pada tahap awal operasional, pabrik percetakan rak telur ini baru mempekerjakan tiga orang tenaga kerja dari masyarakat setempat. Jumlah tersebut masih sangat terbatas karena operasional pabrik belum berjalan secara maksimal. Meski demikian, BUMDes Sedulang Jaya menargetkan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar ke depannya.

“Masih tahap awal, baru tiga orang yang bekerja. Kalau nanti operasional sudah stabil dan produksi berjalan optimal, kami targetkan bisa menyerap belasan tenaga kerja dari masyarakat sekitar,” jelas Artono.

Dari sisi pemasaran, Artono mengungkapkan bahwa target pasar produk rak telur BUMDes Sedulang Jaya tidak hanya terbatas di wilayah Pulau Belitung. Ia berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar pemasaran produk dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, bahkan lintas kabupaten dan provinsi.

“Inilah salah satu tujuan kami mengundang Pak Gubernur. Kalau hanya mengandalkan pasar Belitung, volume pemesanan relatif kecil. Kami butuh dukungan agar pemasaran bisa lebih luas sehingga keuntungan meningkat dan manfaatnya kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Dengan beroperasinya pabrik percetakan rak telur ini, Pemerintah Desa Lalang Jaya optimistis BUMDes Sedulang Jaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa. Artono berharap, kehadiran unit usaha ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. (Sumber : Babel News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *