
KBOBABEL.COM (BANGKA) — Pemerintah Kabupaten Bangka kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Bupati Bangka, Fery Insani, meresmikan Rumah Singgah Pasien dan Keluarga di lingkungan RSUD Depati Bahrin, Senin (9/2/2026). Fasilitas ini disediakan secara gratis untuk keluarga pasien yang selama ini kerap mengalami kesulitan tempat beristirahat saat mendampingi anggota keluarga yang dirawat. Selasa (10/2/2026)
Rumah singgah tersebut dibangun sebagai respons atas kondisi kemanusiaan yang sering dijumpai di rumah sakit rujukan daerah, di mana keluarga pasien terpaksa bermalam di selasar, lorong, bahkan area terbuka rumah sakit. Kondisi tersebut dinilai tidak layak dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru.

Bupati Bangka Fery Insani menegaskan bahwa keberadaan rumah singgah merupakan solusi konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia tidak ingin lagi melihat keluarga pasien harus tidur di lantai, terpapar panas di siang hari dan kehujanan di malam hari.
“Jangan lagi ada keluarga pasien tidur di selasar. Siang panas, malam kehujanan, itu bisa bikin sakit. Di sini mereka bisa mandi, istirahat, dan tidur dengan layak,” tegas Fery dalam sambutannya.
Menurut Fery, kelelahan fisik dan mental yang dialami penjaga pasien kerap diabaikan, padahal hal tersebut dapat berdampak serius. Jika keluarga pasien jatuh sakit akibat kelelahan, maka beban pelayanan kesehatan justru akan semakin bertambah.
“Kalau penjaga pasien ikut sakit, persoalannya jadi berlipat. Rumah singgah ini adalah bagian dari upaya kemanusiaan agar mereka tetap sehat dan kuat mendampingi keluarganya,” ujarnya.
Rumah singgah tersebut dapat digunakan secara gratis oleh seluruh keluarga pasien RSUD Depati Bahrin tanpa membedakan asal daerah, latar belakang sosial, maupun kondisi ekonomi. Fasilitas ini dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi, serta ruang istirahat yang layak untuk menunjang kebutuhan dasar keluarga pasien.
Salah satu warga yang langsung merasakan manfaat rumah singgah ini adalah Supriyadi, warga Desa Celagen, Kepulauan Pongok. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas tersebut saat mendampingi anggota keluarganya yang sedang menjalani perawatan di RSUD Depati Bahrin.
“Kalau sebelumnya kami bingung mau istirahat di mana, sekarang sudah ada tempat yang layak. Ini sangat membantu kami yang datang dari jauh,” ungkap Supriyadi.
Selain meresmikan rumah singgah, Bupati Bangka juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada warga Bangka yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena terkendala biaya atau persoalan administrasi.
“Prinsipnya jelas, tidak boleh ada masyarakat yang tidak terlayani. Urusan kesehatan adalah hak dasar warga,” kata Fery.
Terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, Fery Insani mengingatkan pentingnya pembaruan dan validasi data secara berkala. Ia meminta agar masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu dapat beralih menjadi peserta mandiri, sehingga kuota BPJS yang dibiayai pemerintah dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Warga yang sudah mampu kami imbau untuk mandiri, supaya kuota BPJS dari pemerintah bisa tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya.
Fery juga memastikan Pemerintah Kabupaten Bangka akan terus mengalokasikan anggaran kesehatan secara berkelanjutan. Meski kondisi anggaran bersifat dinamis, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Pemkab Bangka juga akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
“Anggaran bisa naik turun, tapi komitmen kami untuk melindungi kesehatan masyarakat tidak boleh berubah,” tegasnya.
Bagi keluarga pasien yang ingin memanfaatkan rumah singgah, pendaftaran dapat dilakukan langsung di lokasi dengan mengikuti tata tertib yang telah ditetapkan oleh manajemen RSUD Depati Bahrin di bawah koordinasi direktur rumah sakit. Pemerintah daerah berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dijaga bersama demi kepentingan masyarakat luas.
Dengan diresmikannya rumah singgah ini, Pemkab Bangka berharap pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan keluarga yang setia mendampingi proses penyembuhan. (Sumber : Asatu Online, Editor : KBO Babel)








