KBOBABEL.COM (PANGKEP) – Komika Pandji Pragiwaksono dijatuhi sanksi adat oleh Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST), lembaga adat yang menaungi masyarakat adat Toraja di Sulawesi Selatan. Sanksi ini dijatuhkan setelah candaan Pandji dalam salah satu penampilannya dianggap menyinggung adat dan nilai-nilai budaya Toraja yang sakral. Sabtu (8/11/2025)
Ketua Umum TAST, Benyamin Rante Allo, menjelaskan bahwa sanksi yang diberikan bersifat material dan moral. Berdasarkan asas adat “lolo patuan” atau pengorbanan untuk memulihkan keseimbangan, Pandji diwajibkan menyerahkan 48 ekor kerbau dan 48 ekor babi kepada lembaga adat.
“Persembahan ini merupakan simbol pemulihan keseimbangan antara dunia manusia (lino tau) dan dunia arwah (lino to mate),” ujar Benyamin dalam keterangan resminya, Jumat (7/11/2025).
Selain sanksi berupa hewan kurban, TAST juga menjatuhkan sanksi moral (lolo tau) kepada Pandji. Ia diminta menunjukkan tanggung jawab sosial dengan memberikan kontribusi dana sebesar Rp2 miliar, yang akan digunakan untuk kepentingan adat dan sosial masyarakat Toraja.
“Uang itu bukan denda, tapi bentuk tanggung jawab moral untuk mengembalikan kehormatan adat Toraja,” tegas Benyamin.
Dana tersebut, kata Benyamin, akan dialokasikan untuk pendidikan budaya, kegiatan adat, serta pemulihan simbol-simbol adat yang dianggap tercemar akibat pernyataan Pandji. TAST menilai langkah ini perlu agar nilai-nilai budaya Toraja tetap terjaga dan dihormati.
Menurut Benyamin, masyarakat adat Toraja selama ini menjaga nilai-nilai sakral dalam berbagai ritual seperti Rambu Solo dan Rambu Tuka, yang tidak sepatutnya dijadikan bahan candaan atau hiburan. Ia menilai, ucapan Pandji telah menyinggung simbol kehormatan dan kesakralan adat yang dijaga turun-temurun.
“Langkah pemberian sanksi ini bukan karena amarah, tapi karena adat punya mekanisme untuk menjaga keseimbangan dan kehormatan,” tuturnya.
Pernyataan Pandji yang menyinggung adat Toraja sempat viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat Sulawesi Selatan. Banyak warganet menilai Pandji kurang sensitif terhadap budaya lokal, sementara sebagian lainnya berharap dialog terbuka dapat dilakukan agar masalah ini dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat.
Dengan keputusan ini, TAST berharap publik lebih memahami bahwa adat Toraja bukan sekadar tradisi, tetapi sistem nilai yang menjadi dasar kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. (Sumber: CNN Indonesia, Editor: KBO Babel)














