KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Program cek kesehatan gratis bagi anak di Kota Pangkalpinang mencatat capaian yang melampaui ekspektasi. Hingga awal Desember 2025, sebanyak 38.160 anak telah menjalani pemeriksaan kesehatan di berbagai fasilitas layanan milik pemerintah, jauh di atas target awal yang dipatok Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang sebanyak 23.998 anak. Program ini menjadi salah satu implementasi prioritas nasional di bidang kesehatan anak yang digencarkan pemerintah pusat di daerah. Jum’at (5/12/2025)
Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, hampir seluruh kategori usia telah melampaui target. Untuk kelompok anak prasekolah, realisasi pemeriksaan telah memenuhi sasaran yang ditetapkan sejak awal tahun. Sementara itu, pemeriksaan untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah, mulai dari SD, SMP, sampai SMA, bahkan sudah mencapai lebih dari tiga kali lipat dari angka target semula.
Namun, di balik capaian tersebut, Dinas Kesehatan masih menghadapi tantangan pada kelompok bayi baru lahir. Dari target yang ditetapkan, baru 885 bayi yang tercatat telah menjalani pemeriksaan kesehatan atau baru sekitar separuh dari sasaran. Kondisi ini dinilai menjadi perhatian serius karena masa bayi merupakan fase krusial dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Muhammad Thamrin, mengatakan pihaknya kini memperketat sistem pendataan kelahiran agar seluruh bayi baru lahir dapat segera teridentifikasi dan terjangkau layanan. Menurutnya, selama ini masih ada keterlambatan informasi di tingkat lingkungan yang menyebabkan bayi belum tercatat sebagai sasaran pemeriksaan.
“Kami meningkatkan pendataan melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW, agar setiap informasi kelahiran dapat langsung diteruskan ke puskesmas,” ujar Thamrin kepada awak media, Jumat 5 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci agar program pemeriksaan bayi baru lahir dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain memperkuat pendataan di tingkat masyarakat, Dinas Kesehatan juga mendorong seluruh fasilitas kesehatan untuk lebih proaktif. Rumah sakit diminta segera melaporkan setiap data kelahiran kepada puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing agar bayi dapat langsung dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu inisiatif dari orang tua.
Thamrin menilai peran rumah sakit sangat strategis karena sebagian besar persalinan kini terjadi di fasilitas kesehatan. Dengan alur pelaporan yang cepat dan terintegrasi, puskesmas dapat lebih dini menjangkau bayi baru lahir untuk pemeriksaan awal, termasuk skrining kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian edukasi kepada keluarga.
Upaya sosialisasi juga terus diperluas dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial serta peran aktif kader posyandu di setiap kelurahan. Para kader secara rutin memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia dini, termasuk manfaat deteksi awal terhadap risiko stunting, gangguan tumbuh kembang, dan penyakit bawaan.
Meski secara umum capaian pemeriksaan melampaui target, Dinas Kesehatan mengakui masih terdapat sejumlah pos pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi sasaran. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor geografis, tingkat kesadaran masyarakat, hingga keterbatasan sumber daya di lapangan. Pembinaan dan evaluasi berkala terus dilakukan agar pemerataan layanan dapat tercapai.
Program cek kesehatan gratis di Kota Pangkalpinang sendiri merupakan bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemantauan status gizi, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan mata, hingga deteksi dini penyakit tidak menular pada anak usia sekolah.
Selain berdampak langsung pada kondisi kesehatan anak, program ini juga diharapkan mampu menekan angka masalah gizi, penyakit kronis, serta meningkatkan kesiapan generasi muda dalam menempuh jenjang pendidikan. Dinas Kesehatan menilai keberhasilan capaian target menjadi indikator kuat bahwa layanan preventif semakin diterima oleh masyarakat.
Thamrin menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini pada tahun-tahun mendatang. Ia juga memastikan seluruh kelompok usia, termasuk bayi baru lahir, akan terus diupayakan agar dapat terjangkau secara optimal oleh layanan kesehatan dasar sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kota Pangkalpinang. Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, pemerintah daerah berharap keberhasilan ini dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan pada masa depan. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)
















