KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Sektor pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menunjukkan geliat positif. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Babel mencatat adanya peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), selama Oktober 2025. Kondisi ini menunjukkan sektor pariwisata terus pulih dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di wilayah tersebut. Rabu (3/12/2025)
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto H. Silitonga, menjelaskan bahwa pada Oktober 2025 jumlah perjalanan wisnus mencapai 355,40 ribu perjalanan. Angka ini naik 5,53 persen dibandingkan September 2025 dan melonjak drastis sebesar 42,74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Toto menilai peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan pariwisata Babel yang sempat terpuruk akibat pandemi beberapa tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah tamu yang menginap di berbagai jenis akomodasi sepanjang Oktober 2025 juga mengalami pertumbuhan signifikan.
“Jumlah tamu yang menginap pada Oktober 2025 sebanyak 57.574 orang, tumbuh 10,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 12,94 persen dibandingkan Oktober 2024,” kata Toto.
Dari total wisatawan yang menginap, sebagian besar atau 73,52 persen memilih hotel berbintang sebagai tempat bermalam. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada periode tersebut mencapai 28,95 persen. Kota Pangkalpinang tercatat sebagai daerah dengan tingkat okupansi tertinggi, yakni 34,74 persen. Angka ini menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk memilih ibu kota provinsi sebagai titik bermalam atau pusat aktivitas wisata.
Sebaliknya, Kabupaten Bangka menjadi daerah dengan tingkat okupansi terendah pada hotel berbintang, yakni hanya 17,11 persen. Toto menjelaskan bahwa variasi angka ini dipengaruhi oleh ketersediaan akomodasi, aksesibilitas, dan konsentrasi daya tarik wisata di masing-masing wilayah.
Wisatawan mancanegara juga memberikan kontribusi positif terhadap sektor akomodasi. Lama menginap wisman tercatat lebih tinggi yaitu 2,42 malam, sementara lama menginap wisnus rata-rata berada pada angka 1,59 malam.
“Lama tinggal wisatawan mancanegara yang lebih panjang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap destinasi Babel sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” tambah Toto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Babel, Wydia Kemala Sari, menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata serta penataan daya tarik wisata yang semakin baik. Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting yang mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.
Berdasarkan data Disparbudkepora, Bangka Belitung saat ini memiliki 640 daya tarik wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Daya tarik tersebut terdiri dari 216 daya tarik wisata budaya, 372 daya tarik wisata alam, dan 52 daya tarik wisata buatan.
“Daya tarik wisata yang dikelola dengan semakin baik menjadi pemicu utama meningkatnya minat wisatawan berkunjung ke Babel,” kata Wydia, Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan, sektor pariwisata kini menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Pada tahun 2024, jumlah wisatawan yang menginap di hotel berbintang mencapai 482.541 orang, terdiri dari 476.904 wisnus dan 6.637 wisman. Angka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperkuat strategi pembangunan pariwisata yang lebih komprehensif.
Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (RIPARPROV) 2026–2045. Dokumen pembangunan jangka panjang tersebut disusun selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPARNAS). Wydia menjelaskan bahwa RIPARPROV nantinya menjadi acuan utama dalam pengembangan destinasi, pemasaran, industri pariwisata, serta kelembagaan yang mendukung sektor tersebut.
“Pariwisata kini menjadi salah satu program unggulan dan motor penggerak transformasi ekonomi Babel. Sektor ini memiliki multiplier effect yang kuat dan prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan,” ujarnya.
Dengan tren positif yang terus berlanjut, Pemprov Babel menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih tinggi pada 2026. Pemerintah berkomitmen memperkuat promosi, memperbaiki infrastruktur pendukung, serta meningkatkan kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata dan masyarakat lokal untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)










