DPRD Pangkalpinang Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Sembako Jelang Idulfitri

Arnadi Desak Pengawasan Distribusi Sembako Diperketat Menjelang Lebaran

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi, meminta Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah antisipatif dinilai penting mengingat permintaan bahan pokok biasanya meningkat signifikan menjelang hari raya. Rabu (11/3/2026)

Arnadi mengatakan, sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, hingga bahan pangan lainnya cenderung mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

banner 336x280

“Setiap menjelang Lebaran, permintaan bahan pokok pasti meningkat. Karena itu, pemerintah daerah harus mengantisipasi sejak awal agar lonjakan permintaan tidak berujung pada kenaikan harga yang signifikan,” kata Arnadi kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi pasar. Hal ini penting untuk memastikan stok bahan pokok tetap tersedia serta harga tetap terkendali di tingkat pedagang maupun konsumen.

Ia menilai pemantauan harga tidak hanya dilakukan di pasar-pasar tradisional, tetapi juga di pusat distribusi pangan serta jaringan distributor yang menjadi pemasok utama bahan pokok di Kota Pangkalpinang.

“Pemantauan harus dilakukan secara intensif, baik di pasar tradisional maupun di pusat distribusi pangan. Dengan begitu pemerintah dapat mengetahui secara cepat jika terjadi kenaikan harga atau gangguan pasokan,” ujarnya.

Selain itu, Arnadi juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak yang terlibat dalam rantai distribusi pangan, seperti Perum Bulog, distributor, hingga pelaku usaha di sektor perdagangan.

Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha akan membantu menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di pasar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Koordinasi dengan Bulog, distributor, dan para pelaku usaha harus terus diperkuat agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan di pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran Bulog sangat penting terutama dalam menjaga ketersediaan komoditas strategis seperti beras. Jika diperlukan, Bulog dapat melakukan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Di sisi lain, Arnadi juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap potensi praktik penimbunan barang oleh oknum tertentu yang memanfaatkan momentum menjelang hari raya untuk meraup keuntungan lebih besar.

Menurutnya, praktik penimbunan maupun spekulasi harga dapat merugikan masyarakat karena berpotensi menciptakan kelangkaan barang di pasar serta memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

“Pengawasan harus diperketat agar tidak ada oknum yang melakukan penimbunan atau memainkan harga. Hal seperti itu tentu sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan langsung di lapangan guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar hingga ke tingkat pedagang.

“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok atau harus membeli dengan harga yang tinggi menjelang Lebaran. Karena itu, pengawasan di lapangan harus benar-benar diperkuat,” tegas Arnadi.

Selain pengawasan, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah strategis jika terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan di pasar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Arnadi mengatakan, langkah-langkah antisipatif tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

Ia berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat dalam melakukan pemantauan dan pengendalian harga sehingga masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok.

Lebih lanjut, Arnadi juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan sangat membantu dalam menciptakan kondisi pasar yang stabil dan kondusif.

“Kami berharap semua pihak dapat bersinergi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sehingga masyarakat bisa menyambut Lebaran dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.

Dengan adanya pengawasan yang ketat, koordinasi lintas sektor, serta langkah antisipatif dari pemerintah daerah, diharapkan ketersediaan bahan pokok di Kota Pangkalpinang tetap aman dan harga tetap stabil hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. (Sandy Batman/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *