
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ketapang di Kota Pangkalpinang menjadi sorotan setelah diketahui dua dari empat gedung yang ada mengalami kerusakan struktur cukup serius. Akibatnya, dua tower tersebut saat ini dinyatakan tidak layak huni dan belum dapat difungsikan untuk menampung masyarakat. Jumat (6/3/2026)
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengungkapkan bahwa kompleks Rusunawa Ketapang terdiri dari empat gedung atau tower, yakni Tower A, B, C, dan D. Namun dari keseluruhan bangunan tersebut, dua tower dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian struktur sehingga memerlukan penanganan serius sebelum dapat digunakan.

Menurut Saparudin, pemerintah kota saat ini tengah melakukan langkah mitigasi untuk mencari solusi terbaik terhadap kondisi bangunan yang rusak tersebut. Penanganan teknis juga telah dikoordinasikan dengan instansi terkait agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.
“Ada kerusakan struktur pada tower yang rusak, sehingga harus ada mitigasi kuat untuk mencari solusi perbaikan. Kami sudah mulai melakukan mitigasi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melihat langkah perbaikan yang tepat,” ujar Saparudin kepada awak media, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa kerusakan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat Rusunawa Ketapang merupakan salah satu fasilitas hunian yang disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Pangkalpinang. Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan tetap mengoperasikan bangunan yang dinilai tidak aman bagi penghuni.
Meski dua tower mengalami masalah struktural, Saparudin memastikan bahwa dua tower lainnya masih berada dalam kondisi baik dan layak digunakan. Saat ini, kedua bangunan tersebut bahkan telah dihuni oleh masyarakat dan tingkat keterisiannya cukup tinggi.
“Berbeda dengan dua tower yang bermasalah, dua gedung lainnya dilaporkan dalam kondisi baik. Saat ini juga sudah terisi cukup penuh oleh masyarakat yang membutuhkan hunian,” jelasnya.
Tingginya minat masyarakat untuk tinggal di Rusunawa Ketapang menunjukkan bahwa fasilitas hunian vertikal masih sangat dibutuhkan di Kota Pangkalpinang. Hal ini terutama bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal layak dengan biaya sewa yang relatif terjangkau.
Selain fokus pada perbaikan tower yang rusak, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berupaya menambah kapasitas hunian untuk masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perumahan.
Saparudin mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan kementerian terkait untuk membahas rencana penambahan unit rusunawa di Kota Pangkalpinang. Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
“Kemarin kami juga sudah ke Kementerian Perumahan untuk rencana menambah rusun ini,” ungkapnya.
Dengan adanya rencana renovasi terhadap bangunan yang mengalami kerusakan serta rencana pembangunan tambahan unit rusunawa, pemerintah berharap fasilitas hunian tersebut dapat berfungsi secara maksimal di masa mendatang.
Saparudin menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah kota. Oleh karena itu, setiap langkah perbaikan maupun pengembangan Rusunawa Ketapang akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek keamanan bangunan.
Ke depan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap Rusunawa Ketapang dapat kembali beroperasi secara optimal dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan hunian terjangkau di wilayah perkotaan. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)












