KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT TIMAH Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan dan penguatan koperasi di wilayah operasional perusahaan. Melalui berbagai program pembinaan dan peningkatan kapasitas, perusahaan mendorong koperasi agar mampu menjadi mitra strategis yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi. Jumat (13/2/2026)
Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kemitraan berkelanjutan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Koperasi dinilai memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah, sekaligus mitra usaha yang mendukung kelancaran operasional perusahaan, khususnya di sektor pertambangan.
Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH Tbk menghadirkan sejumlah program pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan, transparansi administrasi, sistem pengawasan internal, serta peningkatan kualitas layanan usaha koperasi. Melalui program ini, koperasi juga didorong untuk memahami standar kerja dan kepatuhan yang berlaku agar mampu memenuhi kriteria sebagai mitra perusahaan.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kelembagaan dan Pengawasan Usaha bagi pengawas dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Karimun. Kegiatan ini diikuti oleh 142 peserta yang mendapatkan pembekalan tentang tata kelola koperasi yang baik, sistem pengawasan internal, serta strategi penguatan manajemen usaha.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya administrasi yang tertib, pelaporan keuangan yang transparan, serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pengurus dan pengawas. Dengan sistem yang terstruktur, koperasi diharapkan mampu menjalankan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Selain di Karimun, PT TIMAH Tbk juga memberikan dukungan pada kegiatan Bimbingan Teknis Pemahaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Namang Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota koperasi terhadap aspek legalitas, kepatuhan hukum, serta pengelolaan koperasi yang transparan dan akuntabel.
Melalui sinergi ini, koperasi tidak hanya didorong untuk berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu mematuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku. Hal ini penting agar koperasi dapat menjalankan usaha jasa penambangan maupun kegiatan usaha lainnya tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dalam rangka memperluas jaringan koperasi binaan, perusahaan turut melaksanakan Program Pembinaan Koperasi melalui Sosialisasi Pembentukan Koperasi Binaan PT TIMAH Tbk yang diikuti oleh 40 peserta. Program ini difokuskan untuk memperkenalkan standar kemitraan perusahaan, tata kelola usaha yang profesional, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
Tidak hanya itu, PT TIMAH Tbk juga berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dalam pelaksanaan Pelatihan Tata Kelola dan Pengawasan Koperasi Pertambangan yang diikuti oleh 68 peserta. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas koperasi yang bergerak di sektor pertambangan agar mampu menjalankan usaha sesuai standar operasional dan regulasi yang berlaku.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, koperasi didorong untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), memperbaiki sistem administrasi, serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan dan pengelolaan usaha pertambangan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, perusahaan juga memberikan bantuan dana pembinaan koperasi guna mendukung pengembangan kelembagaan dan peningkatan kualitas usaha koperasi binaan. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat struktur organisasi, memperbaiki sistem administrasi, serta menunjang kebutuhan operasional awal.
PT TIMAH Tbk bahkan menghadirkan kantor layanan koperasi untuk memudahkan koperasi yang ingin mendapatkan pembinaan dan pendampingan agar siap menjadi mitra perusahaan. Fasilitas ini menjadi wadah konsultasi sekaligus ruang koordinasi antara perusahaan dan koperasi binaan.
Salah satu peserta Bimtek di Karimun, Agus Kurniawan, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat, khususnya dalam memahami pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih sesuai aturan yang berlaku.
“Kami senang sekali dengan adanya Bimtek ini karena memberikan pelajaran berarti agar nantinya kami bisa mengelola koperasi merah putih dengan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Memang di awal pasti ada banyak tantangan, dan dukungan seperti ini sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Babel, Sopiar, menyebut pelatihan yang dilakukan PT TIMAH Tbk merupakan bentuk sinergi untuk mendorong percepatan kesiapan koperasi dalam menjalankan usaha jasa penambangan dan bermitra dengan perusahaan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM pengurus menjadi fokus utama agar koperasi mampu memenuhi persyaratan administrasi dan standar operasional yang ditetapkan.
“Kita juga berkomitmen membantu koperasi dalam memenuhi persyaratan administrasi, salah satunya melalui peningkatan SDM pengurus. Kita akan memfasilitasi peningkatan kapasitas dan fokus pada pembenahan administrasinya agar mereka bisa memenuhi persyaratan,” katanya.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Muntama, juga menyampaikan apresiasinya atas pelatihan tersebut. Ia mengaku pembekalan yang diberikan sangat membantu dalam mempersiapkan koperasi mengelola usaha jasa penambangan.
“Sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini karena menambah ilmu kami. Ini membantu kami dalam persiapan agar bisa mengelola usaha pertambangan, meski masih ada beberapa persyaratan administrasi yang harus kami lengkapi,” ungkapnya.
Melalui rangkaian program pembinaan ini, PT TIMAH Tbk berharap koperasi di wilayah operasional semakin siap menjadi mitra profesional yang tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)










