
KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) — PT TIMAH Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Octavian, warga Kelurahan Teladan, Kabupaten Bangka Selatan, yang tengah berjuang melawan kondisi kesehatan serius akibat kecelakaan kerja. Kamis (5/2/2026)
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian PT TIMAH Tbk terhadap warga yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pengobatan medis. Octavian diketahui telah lebih dari tujuh bulan menderita saraf kejepit hingga mengalami kelumpuhan, setelah mengalami kecelakaan sepulang kerja beberapa waktu lalu. Kecelakaan tersebut menyebabkan tulang rusuk serta tulang punggung bagian belakang mengalami patah, sehingga berdampak serius pada sistem sarafnya.

Sebelumnya, Octavian sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit. Namun, keterbatasan biaya pribadi membuat proses pengobatan tidak dapat dilanjutkan secara optimal. Upaya untuk menggunakan layanan BPJS Kesehatan juga menghadapi kendala, karena tindakan medis lanjutan, termasuk rencana operasi, masih memerlukan biaya tambahan di luar kemampuan finansial keluarga.
Akibat kondisi tersebut, pengobatan medis Octavian sempat terhenti dan hanya dilanjutkan dengan pengobatan tradisional. Padahal, berdasarkan rekomendasi tenaga medis, ia masih memerlukan penanganan lanjutan, terutama fisioterapi secara rutin, guna memulihkan fungsi saraf dan mencegah kondisi yang lebih parah.
Melalui program TJSL, PT TIMAH Tbk kemudian menyalurkan bantuan biaya pengobatan yang rencananya akan digunakan Octavian untuk kembali menjalani perawatan medis, khususnya fisioterapi. Fisioterapi dinilai sangat penting untuk mencegah kerusakan saraf permanen dan menghindari risiko saraf mati yang dapat memperburuk kondisi kesehatannya.
Selain untuk fisioterapi, apabila masih terdapat sisa dana, bantuan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang berkaitan langsung dengan proses pengobatan, termasuk biaya penunjang medis yang diperlukan selama masa pemulihan.
Octavian mengaku sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Ia mengungkapkan bahwa bantuan dari PT TIMAH Tbk memberikan harapan baru baginya untuk bisa melanjutkan pengobatan dan memperbaiki kondisi kesehatannya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Awalnya hanya berharap, tapi tidak menyangka bisa benar-benar mendapatkan bantuan dari PT TIMAH. Ini perusahaan besar, dan saya tidak menyangka akan memperhatikan kondisi seperti saya. Bantuan ini sangat berarti untuk melanjutkan pengobatan,” ujar Octavian.
Sebagai kepala keluarga dengan dua anak, Octavian berharap kondisinya dapat terus membaik sehingga kelak bisa kembali beraktivitas dan menafkahi keluarganya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PT TIMAH Tbk kepada masyarakat kecil yang sedang mengalami kesulitan.
“Semoga PT TIMAH ke depan semakin sukses dan terus konsisten membantu masyarakat, khususnya warga yang sedang tertimpa musibah dan membutuhkan uluran tangan,” tambahnya.
PT TIMAH Tbk melalui program TJSL secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Program bantuan kesehatan menjadi salah satu fokus utama, mengingat akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat.
Penyaluran bantuan biaya pengobatan ini merupakan bagian dari upaya PT TIMAH Tbk untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan adanya bantuan tersebut, PT TIMAH Tbk berharap Octavian dapat melanjutkan pengobatan secara berkelanjutan dan memperoleh hasil yang optimal sesuai rekomendasi medis. Perusahaan juga menegaskan akan terus berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.
Melalui langkah ini, PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan perannya sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, khususnya di bidang kesehatan, serta memperkuat kehadirannya sebagai perusahaan yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial di wilayah operasionalnya. (KBO Babel)














