Fery Afriyanto: Jaminan Sosial Kunci Kesejahteraan Pekerja dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Webinar BPJS Ketenagakerjaan 2026, Pemprov Babel Tekankan Perlindungan Pekerja Formal dan Informal

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fery Afriyanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat perlindungan pekerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Webinar Sosialisasi Series BPJS Ketenagakerjaan Babel Tahun 2026, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Care and Collaborate – Same-Same Kite Jage Pekerja Bangka Belitung” ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dari Ruang Kerja Pj Sekda di Pangkalpinang. Webinar diikuti oleh pimpinan lembaga dan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pelaku usaha, serta berbagai mitra kerja terkait.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Fery menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan instrumen strategis negara untuk melindungi tenaga kerja sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi setiap pekerja. Perlindungan ini menjadi fondasi bagi terwujudnya kesejahteraan tenaga kerja dan stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perlindungan yang memadai akan memberikan rasa aman bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak langsung terhadap produktivitas kerja, kualitas hidup pekerja, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Fery, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan perlindungan tersebut menjangkau seluruh lapisan pekerja, baik sektor formal maupun informal. Ia menyoroti masih adanya kelompok pekerja rentan yang belum sepenuhnya terdaftar dalam sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Upaya kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal, terutama di sektor informal yang jumlahnya cukup besar. Mereka juga berhak mendapatkan perlindungan yang sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fery menekankan bahwa perlindungan pekerja merupakan tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah semata. Pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, hingga masyarakat luas perlu membangun sinergi yang kuat untuk meningkatkan cakupan kepesertaan dan kesejahteraan tenaga kerja di Negeri Serumpun Sebalai.

“Perlindungan pekerja adalah tanggung jawab bersama. Kita harus memperkuat sinergi agar tidak ada pekerja di Bangka Belitung yang tertinggal dari sistem perlindungan sosial,” katanya.

Dalam forum tersebut, Pemprov Babel juga mendorong sejumlah langkah konkret guna memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Salah satu fokus utama adalah penguatan universal coverage atau cakupan kepesertaan menyeluruh bagi pekerja di seluruh wilayah provinsi.

Selain itu, peningkatan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah akan terus mendorong kesadaran dunia usaha bahwa perlindungan tenaga kerja bukan beban, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha.

Upaya perlindungan terhadap pekerja rentan juga akan diperkuat melalui berbagai skema dukungan, termasuk pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Fery juga menyoroti pentingnya digitalisasi dan integrasi data dalam sistem jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan meningkatkan efektivitas pelayanan, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan program.

“Digitalisasi menjadi kunci untuk memastikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh pekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pekerja yang terlindungi secara sosial akan memiliki ketenangan dalam bekerja, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.

“Pekerja yang terlindungi akan bekerja dengan lebih tenang dan produktif, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui Webinar Sosialisasi Series BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Operasional Babel, Evi Haliyati Rachmat, yang memaparkan berbagai program dan strategi peningkatan kepesertaan di wilayah Bangka Belitung. Partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam webinar ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya perlindungan sosial ketenagakerjaan yang menyeluruh bagi seluruh pekerja di provinsi tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed