KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Warga Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, digemparkan dengan kabar meninggalnya seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (23/10/2025) sore. Korban yang diketahui masih berusia remaja ini ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya oleh pihak keluarga. Sabtu (25/10/2025)
Informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan warga setempat, YN, sebelum kejadian, korban sempat bermain dengan adiknya di rumah. Tak lama kemudian, korban masuk ke dalam kamarnya seorang diri.
“Korban ditemukan keluarganya sekitar jam 15.00 WIB. Waktu ditemukan, kondisinya sudah tergantung di dalam kamar. Sekitar pukul 15.10 WIB korban langsung dibawa ke Puskesmas Mentok dan tiba sekitar pukul 15.20 WIB,” ungkap YN saat ditemui di lokasi kejadian.
Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Dari hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Mentok, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.24 WIB. Kondisi tubuh korban saat tiba di puskesmas sudah membiru, dan di bagian leher terdapat bekas jeratan tali yang diduga menjadi penyebab kematiannya.
“Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Hanya ada luka lebam di bagian leher akibat jeratan tali,” jelas seorang tenaga medis di Puskesmas Mentok.
Kabar duka tersebut langsung menyebar cepat di lingkungan sekitar dan membuat warga setempat terpukul. Banyak warga tidak menyangka bahwa korban yang dikenal pendiam dan ramah bisa mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Bangka Barat langsung turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah benar korban murni bunuh diri atau ada faktor lain di balik kejadian tersebut.
“Kasus ini masih kami dalami. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematiannya,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha, Jumat (24/10/2025).
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian dan memeriksa beberapa saksi, termasuk anggota keluarga korban, guna memperjelas kronologi peristiwa.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Fajar Riansyah Pratama, mengungkapkan bahwa pihaknya masih berupaya mengungkap motif di balik dugaan bunuh diri tersebut. Menurut Fajar, sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan rinci mengenai identitas korban maupun latar belakang yang mendorong korban melakukan aksi nekat itu.
“Kami masih menunggu laporan lengkap dari tim di lapangan. Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan motif bunuh diri korban karena proses pemeriksaan masih berjalan,” jelas AKP Fajar.
Fajar menambahkan, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Sosial untuk mengetahui kondisi psikologis korban sebelum kejadian. Hal ini dilakukan guna menggali kemungkinan adanya tekanan atau masalah pribadi yang dialami korban.
“Kami akan mendalami semua aspek, termasuk lingkungan sosial dan kondisi mental korban. Semua kemungkinan masih kami buka sampai penyelidikan selesai,” tambahnya.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih memperhatikan kondisi emosional anak-anak mereka. Masa remaja merupakan fase rentan di mana anak sering kali mengalami tekanan, baik dari lingkungan sekolah, pertemanan, maupun keluarga.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan psikologis pada anak maupun remaja di sekitar mereka. Pendekatan emosional, komunikasi terbuka, serta dukungan moral sangat penting agar kasus serupa tidak terulang kembali.
Dengan masih berlangsungnya penyelidikan, Polres Bangka Barat memastikan akan mengumumkan hasil lengkap pemeriksaan setelah semua bukti dan keterangan saksi terkumpul. Sementara keluarga korban kini masih berduka mendalam atas kepergian anak mereka yang begitu tiba-tiba. (Sumber : Era Baru Media, Editor : KBO Babel)










