KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 200 debitur baru yang tersebar di seluruh wilayah Babel. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan akad massal KUR nasional yang diikuti lebih dari 800.000 debitur di seluruh Indonesia. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (21/10/2025). Rabu (22/10/2025)
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kegiatan penyaluran dilakukan secara simbolis di Ruang Rapat Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel. Gubernur Hidayat Arsani secara langsung menyerahkan simbolis pencairan KUR kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi penerima baru di provinsi tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo yang dinilainya sebagai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat kecil.
“Hari ini kita melaksanakan akad massal KUR serentak di seluruh Indonesia, dengan dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Prabowo. KUR hadir untuk memastikan para pelaku UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi juga mendapat dukungan berupa akses permodalan yang mudah, murah, dan cepat,” ujar Gubernur Hidayat.
Ia menegaskan, lebih dari 98 persen pelaku ekonomi di Bangka Belitung berasal dari sektor UMKM. Oleh karena itu, kata Hidayat, program KUR merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha masyarakat kecil agar tetap tumbuh dan mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi global.
“Momentum penyaluran KUR ini bukan sekadar acara seremonial, tapi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui akad massal KUR hari ini, saya berharap semakin banyak pelaku UMKM di Bangka Belitung yang naik kelas, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” tutur Hidayat Arsani.
Lebih lanjut, Hidayat mengingatkan para penerima agar menggunakan dana KUR secara tepat sasaran dan produktif. Ia menekankan bahwa dana tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran, termasuk melalui digitalisasi.
“Pinjaman ini bukan beban, melainkan amanah untuk tumbuh bersama. Jadikan KUR sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi,” pesannya.
Selain itu, Hidayat juga mengapresiasi peran seluruh lembaga keuangan yang telah berperan aktif menyalurkan KUR di Bangka Belitung. Ia menyebut sinergi pemerintah daerah dan perbankan menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh bank penyalur yang telah bekerja keras membantu masyarakat Babel. Sinergi seperti ini harus terus dijaga agar semakin banyak pelaku usaha yang bisa merasakan manfaat dari program KUR,” ujarnya.
Adapun lembaga penyalur KUR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meliputi Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BSI, Bank BTN, Bank Sumsel Babel, Bank Sumsel Babel Syariah, serta Pegadaian.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto melalui tayangan virtual dari Surabaya menyampaikan pesan kepada seluruh kepala daerah agar terus mendukung penyaluran KUR dan memastikan bantuan kredit benar-benar diterima oleh masyarakat produktif. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Airlangga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurrahman, atas capaian penyaluran KUR ke sektor produktif yang telah mencapai 60 persen dari total alokasi nasional.
“Capaian sektor produksi ini sudah di atas 50 persen, dan diharapkan tahun depan bisa mencapai 65 persen. Saya juga bangga karena kredit macet penerima KUR relatif rendah, yakni di angka 2,28 persen, dibandingkan 4,55 persen untuk non-KUR,” ungkap Airlangga.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperluas cakupan program KUR agar menjangkau berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, perikanan, pekerja migran, usaha padat karya, dan perumahan rakyat.
“Program KUR diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah Indonesia, termasuk sektor pertanian dan pekerja mandiri, agar pemerataan ekonomi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” katanya.
Airlangga juga menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengawal program ini, terutama dalam mendata calon debitur potensial dan memberikan pendampingan berkelanjutan.
“Kami meminta pemerintah daerah aktif mengumpulkan data calon debitur dan memberikan pendampingan kepada masyarakat agar penyaluran KUR lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Penyaluran KUR secara nasional tahun 2025 ditargetkan mencapai lebih dari Rp500 triliun, dengan fokus utama pada sektor produksi. Program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo–Gibran dalam mendorong pemerataan ekonomi dan kemandirian pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Sumber : Diskominfo Babel, Editor : KBO Babel)










