Gudang Minuman Keras Disorot, Pastor di Bangka Tengah Diduga Tekan Pemberitaan Media

Gudang Minhol Jadi Sorotan, Warga Kampung Jeruk Kritik Dugaan Campur Tangan Tokoh Agama

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Dugaan intervensi terhadap kebebasan pers mencuat di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Seorang tokoh agama yang diketahui berprofesi sebagai pastor setempat diduga berupaya memengaruhi pemberitaan media terkait keberadaan gudang penyimpanan minuman beralkohol (minhol) milik seorang pengusaha bernama Achen. Peristiwa ini terungkap pada Selasa (20/1/2026) dan langsung memantik reaksi keras dari masyarakat. Rabu (21/1/2026)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan intervensi tersebut dilakukan melalui perantara seorang oknum wartawan. Oknum pastor itu disebut-sebut meminta agar pemberitaan mengenai gudang minuman beralkohol yang sebelumnya disorot media dapat diredam atau diarahkan agar terkesan tidak bermasalah. Langkah tersebut dinilai mencederai prinsip independensi pers sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait motif di balik keterlibatan tokoh agama dalam urusan bisnis minuman keras.

banner 336x280

Menurut keterangan sumber terpercaya, oknum wartawan yang menjadi perantara bahkan mengirimkan rilis berita versi sepihak kepada redaksi media. Rilis tersebut berisi penjelasan mengenai legalitas dan perizinan gudang minuman beralkohol milik Achen, tanpa disertai klarifikasi dari pihak-pihak lain, termasuk warga yang selama ini menyuarakan keresahan.

“Izin bang, jujur ini permintaan pastor di Kampung Jeruk. Jadi saya koordinasi dan mengirimkan rilis terkait gudang Achen,” ujar oknum wartawan tersebut kepada tim media, sebagaimana ditirukan oleh sumber.

Tak berhenti di situ, oknum wartawan itu juga mengarahkan agar komunikasi lanjutan dilakukan langsung kepada Achen setelah rilis tersebut dipublikasikan.

“Koordinasi langsung saja ya bang setelah rilis dinaikkan,” lanjutnya. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan adanya upaya sistematis untuk mengondisikan pemberitaan demi kepentingan tertentu.

Keterlibatan tokoh agama dalam polemik ini menuai kekecewaan mendalam dari warga Kampung Jeruk. Sejumlah warga menyatakan sangat menyayangkan sikap seorang pastor yang seharusnya menjadi panutan moral dan menjaga ketenangan sosial, bukan justru diduga melindungi keberadaan gudang minuman beralkohol di tengah lingkungan pemukiman.

“Sangat miris. Tokoh agama seharusnya memberi teladan dan fokus pada kegiatan ibadah, bukan malah ikut mengondisikan gudang minuman beralkohol yang jelas meresahkan warga,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menilai keberadaan gudang minuman beralkohol di wilayah mereka telah lama menimbulkan keresahan. Selain dianggap tidak sejalan dengan norma sosial dan keagamaan, aktivitas gudang tersebut dikhawatirkan berdampak buruk terhadap ketertiban dan keamanan lingkungan, terutama bagi generasi muda.

Keluhan warga tidak hanya tertuju pada dugaan intervensi pemberitaan, tetapi juga pada sikap pemilik gudang, Achen. Menurut penuturan warga, Achen dinilai memiliki sikap arogan dan jarang berbaur dengan masyarakat sekitar. Ia disebut-sebut kerap menunjukkan sikap seolah kebal hukum karena merasa memiliki kedekatan dengan aparat dan pejabat tertentu.

“Kami tahu betul sikap Achen. Dia angkuh dan jarang berbaur. Karena merasa punya kedekatan dengan aparat dan pejabat, dia seperti merasa kebal,” ungkap warga lainnya dengan nada kesal.

Situasi ini semakin memperkeruh hubungan antara warga dan pemilik gudang. Masyarakat berharap agar aparat pemerintah daerah dan penegak hukum turun tangan secara objektif untuk menelusuri legalitas serta dampak keberadaan gudang minuman beralkohol tersebut, tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Achen belum membuahkan hasil. Wartawan yang mencoba menghubungi untuk meminta klarifikasi mengaku nomor WhatsApp-nya telah diblokir oleh yang bersangkutan. Sikap tertutup ini justru menimbulkan spekulasi dan memperkuat kecurigaan publik.

Kasus dugaan intervensi pemberitaan ini menjadi sorotan serius, tidak hanya soal keberadaan gudang minuman beralkohol, tetapi juga menyangkut kebebasan pers dan etika tokoh publik. Warga berharap media tetap berdiri independen dan menyampaikan fakta apa adanya, sementara tokoh agama diharapkan kembali pada peran moralnya sebagai penyejuk dan penjaga nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. (Sumber : Berita Merdeka Online, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *