Haji 2026 Ditarget Lebih Profesional, Calon Petugas Jalani Diklat Semi-Militer

Siapkan Petugas Tangguh dan Disiplin, Menhaj Terapkan Pelatihan Semi-Militer Jelang Haji 2026

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Kementerian Haji (Kemenhaj) menerapkan pola pelatihan semi-militer bagi calon petugas haji tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik, kedisiplinan, serta pemahaman medan tugas para petugas yang akan melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Gus Irfan—sapaan akrab Menteri Haji—menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji dirancang secara bertahap dengan pendekatan semi-militer. Pelatihan tersebut terdiri dari dua fase, yakni sesi luring yang dilaksanakan pada 10–30 Januari 2026, serta sesi daring pada 2–8 Februari 2026.

banner 336x280

“Diklat ini dirancang secara semi-militer dan berlangsung dalam dua tahap. Tujuannya agar para calon petugas benar-benar siap secara fisik dan mental sebelum bertugas,” ujar Gus Irfan di hadapan anggota dewan.

Menurutnya, beban kerja petugas haji di Arab Saudi sangat tinggi. Selain menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan mobilitas yang padat, petugas juga harus melayani jemaah dalam jumlah besar dengan latar belakang usia dan kondisi kesehatan yang beragam. Karena itu, dibutuhkan petugas yang memiliki ketahanan fisik, kedisiplinan tinggi, serta kemampuan bekerja dalam tekanan.

“Kenapa kita lakukan secara semi-militer? Karena kita memerlukan fisik mereka siap, disiplin mereka siap, dan juga pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita,” jelasnya.

Selain pelatihan terpusat, Gus Irfan menyampaikan bahwa diklat bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter akan dilaksanakan di asrama haji embarkasi masing-masing daerah. Pola ini diharapkan mampu menyesuaikan kesiapan petugas dengan karakteristik jemaah di wilayah asalnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga memaparkan perkembangan kesiapan administrasi petugas haji 2026. Hingga 20 Januari 2026, Kemenhaj telah menginput hampir seluruh data petugas ke dalam platform Nusuk Masar, sistem resmi milik Pemerintah Arab Saudi yang digunakan untuk pengelolaan layanan haji dan umrah.

“Perlu kami sampaikan bahwa per 20 Januari 2026 sebanyak 4.377 dari 4.418 atau sekitar 99,1 persen data petugas sudah di-input ke platform Nusuk Masar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kemenhaj saat ini masih melakukan proses rekrutmen petugas pendukung yang akan ditempatkan langsung di Arab Saudi. Rekrutmen tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan di sektor-sektor strategis, seperti kesehatan, transportasi, dan perlindungan jemaah.

Gus Irfan juga menyoroti adanya peningkatan signifikan kuota petugas haji perempuan pada penyelenggaraan haji 2026. Tahun ini, jumlah petugas perempuan meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan jemaah perempuan.

“Peningkatan kuota petugas haji perempuan ini sesuai dengan harapan kita bersama. Tahun ini kita canangkan sebagai haji ramah perempuan,” tuturnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Kemenhaj optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan berjalan lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jemaah. Pelatihan semi-militer diharapkan mampu mencetak petugas haji yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan di Tanah Suci. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *