KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak PT Timah Tbk segera mengambil kebijakan di tingkat lokal menyusul kenaikan harga timah dunia yang belum sepenuhnya dirasakan para penambang di daerah. Sabtu (28/2/2026)
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkret dari manajemen PT Timah terkait penyesuaian harga pembelian bijih timah dari masyarakat, khususnya penambang yang bekerja di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut.
“Kita akan terus berupaya melakukan pertemuan dengan petinggi yang ada di PT Timah guna mencari solusi bagi masyarakat penambang,” kata Didit, Jumat (27/2/2026).
Menurut Didit, DPRD telah menjadwalkan pertemuan dengan jajaran direksi PT Timah pada Senin mendatang. Agenda itu sebelumnya sempat tertunda karena direksi perusahaan berada di Jakarta untuk keperluan dinas.
“Mudah-mudahan Senin ini bisa ada pertemuan untuk membahas tentang harga timah,” ujarnya.
DPRD menyoroti adanya ketimpangan antara tren kenaikan harga timah di pasar global dengan harga beli yang diterima penambang di tingkat lokal. Didit menyebut, informasi yang diterima pihaknya menunjukkan harga timah dunia kembali mengalami kenaikan, namun belum diikuti dengan penyesuaian signifikan di tingkat masyarakat.
“Saat ini harga timah yang dibeli PT Timah kepada penambang, sementara harga timah dunia sudah naik lagi. Tapi harga di tingkat masyarakat, khususnya penambang di IUP PT Timah, masih kurang memuaskan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Didit, berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan penambang yang menggantungkan hidup dari sektor pertambangan timah. DPRD berharap PT Timah dapat mengambil langkah cepat melalui kebijakan lokal, tanpa harus menunggu keputusan dari tingkat pusat.
“Sambil menunggu kebijakan pusat, PT Timah bisa mengambil kebijakan lokal dulu. Mohon maaf, yang menentukan harga kan tetap mereka,” tegasnya.
DPRD Babel menilai, sebagai perusahaan yang memiliki peran strategis dalam tata niaga timah di Bangka Belitung, PT Timah diharapkan lebih responsif terhadap dinamika harga global serta kondisi sosial ekonomi masyarakat penambang.
Melalui pertemuan yang direncanakan awal pekan depan, DPRD berharap ada kejelasan mekanisme penetapan harga dan kemungkinan penyesuaian yang lebih berpihak pada penambang, sehingga kenaikan harga timah dunia dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil. (Sandy Batman/KBO Babel)

















