Heboh Pengolahan Emas Tertutup di Belitung, Polisi dan Pemda Lakukan Investigasi

Dugaan Tambang Emas Ilegal di Belitung Mencuat, Aktivitas Meja Goyang Disamarkan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Dugaan adanya aktivitas pengolahan emas di kawasan Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, memicu kehebohan publik setelah sebuah media lokal mengungkap adanya meja goyang basah yang diduga digunakan bukan untuk memisahkan pasir dan timah, melainkan untuk mengolah pasir mengandung emas. Temuan ini langsung mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Pemerintah Daerah Belitung dan kepolisian setempat. Kamis (11/12/2025)

Isu tersebut berawal dari laporan yang menyebut bahwa aktivitas pengolahan mineral berharga dilakukan secara tertutup di lokasi milik seorang pengusaha berinisial D di Desa Aik Selumar. Area tersebut dikelilingi pagar seng tinggi, didirikan rapat membentuk sekat yang menutupi seluruh kegiatan di dalamnya. Diduga kuat, pagar itu sengaja dibuat untuk menutupi aktivitas yang tidak ingin terlihat publik.

banner 336x280

Seorang sumber yang meminta namanya dirahasiakan mengungkap bahwa aktivitas tersebut sudah berjalan lebih dari satu tahun. Ia juga menegaskan bahwa meja goyang di lokasi itu memang digunakan untuk memisahkan pasir dengan butiran emas, bukan lagi sekadar pasir dan bijih timah seperti yang lazim ditemukan pada proses pemurnian mineral.

“Kami sudah investigasi langsung. Meja goyang itu bukan hanya untuk timah, tapi juga digunakan untuk memisahkan emas dari material tanah merah berbatu,” ungkap sumber tersebut. Ia menyebut material tersebut kabarnya berasal dari Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur.

Informasi ini kemudian menyebar cepat dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, wilayah Air Selumar dan sekitarnya selama ini lebih dikenal dengan aktivitas pengolahan timah, sementara isu pengolahan emas jarang sekali terdengar. Dugaan adanya tambang emas ilegal tentu memicu kekhawatiran terkait kerusakan lingkungan, potensi pencemaran, hingga praktik ilegal yang menghindari pengawasan negara.

Pemerintah Kabupaten Belitung tidak tinggal diam. Wakil Bupati Belitung, Syamsir, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima laporan awal mengenai dugaan aktivitas tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pihaknya belum dapat memberikan pernyataan resmi sebelum berkoordinasi dengan lembaga terkait.

“Saya baru dapat informasi tadi. Sekarang baru mau berkoordinasi dengan Satgas Pertambangan,” ujar Syamsir saat dikonfirmasi awak media, Rabu 10 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa Pemda akan mengambil langkah sesuai prosedur apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah turun tangan untuk memverifikasi kebenaran laporan tersebut. Kasatreskrim Polres Belitung, AKP I Made Yudha Suwikarma, mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan langsung ke lokasi.

“Masih kami selidiki terkait kebenarannya,” ujarnya singkat.

Meski demikian, kepolisian belum membeberkan detail apa pun mengenai kondisi di lapangan. Proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk memastikan apakah benar aktivitas pengolahan emas dilakukan secara ilegal atau justru terjadi kekeliruan informasi terkait material yang diolah.

Munculnya isu pengolahan emas ini menambah panjang daftar persoalan pertambangan di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut kerap diwarnai aktivitas penambangan timah ilegal, konflik lahan, dan persoalan lingkungan. Dugaan adanya praktik pengolahan emas tertutup tentu menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa ketat pengawasan pertambangan di daerah itu, serta bagaimana alur perizinan dan kelayakan lokasi pengolahan mineral tersebut.

Di sisi lain, aktivitas pengolahan emas umumnya membutuhkan teknologi dan fasilitas tertentu yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Selain penggunaan meja goyang basah, proses pemisahan emas biasanya melibatkan bahan kimia khusus atau metode yang memerlukan pengawasan ketat demi mencegah kerusakan lingkungan dan risiko keselamatan. Jika benar aktivitas ini berlangsung lebih dari satu tahun, publik mempertanyakan bagaimana operasi tersebut bisa luput dari pantauan pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Masyarakat sekitar juga mulai ramai membicarakan kemungkinan adanya aktivitas serupa di lokasi lain yang belum terungkap. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak kepolisian dapat bertindak tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Sampai saat ini, semua pihak menunggu hasil penyelidikan aparat. Pemerintah daerah, Satgas Pertambangan, dan kepolisian akan menjadi kunci dalam menentukan apakah dugaan tersebut benar adanya atau hanya kesalahpahaman yang berkembang dari informasi awal.

Yang jelas, perhatian publik kini sepenuhnya tertuju ke Air Selumar. Dugaan aktivitas pengolahan emas ilegal dengan pagar tinggi, bahan baku dari luar desa, dan penggunaan meja goyang yang diduga dimodifikasi menjadi isu yang sensitif dan menuntut transparansi pemerintah. Masyarakat berharap hasil penyelidikan dapat segera dipublikasikan untuk menghindari spekulasi liar yang dapat memperkeruh suasana. (Sumber : BelitongEkspres.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed