Isu Gangguan Distribusi BBM, Didit: Persediaan di Bangka Belitung Cukup Lima Hari

Ketua DPRD Babel Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Lakukan Panic Buying

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah isu keterlambatan distribusi yang sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Kamis (5/3/2026)

Imbauan tersebut disampaikan Didit menyusul munculnya kekhawatiran publik terkait kemungkinan terganggunya pasokan BBM akibat situasi geopolitik internasional, khususnya terkait blokade yang terjadi di Terusan Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia.

banner 336x280

Menurut Didit, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan karena pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan pimpinan PT Pertamina wilayah Bangka Belitung untuk memastikan kondisi stok BBM yang tersedia saat ini.

Dari hasil koordinasi tersebut, Didit menyebutkan bahwa persediaan BBM di Bangka Belitung masih dalam kondisi aman dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.

“Saya tadi langsung menghubungi GM Pertamina Bangka Belitung. Alhamdulillah, stok BBM yang ada saat ini masih cukup untuk sekitar lima hari ke depan,” ungkap Didit, Kamis (5/3/2026).

Selain memastikan kondisi stok yang tersedia saat ini, Didit juga menanyakan kesiapan Pertamina dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan BBM menjelang Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar pasokan tetap terjaga.

Ia menjelaskan bahwa kapal pengangkut BBM saat ini sedang dalam perjalanan menuju Pangkalbalam untuk menambah stok yang ada di wilayah Bangka Belitung.

“Saya juga menanyakan persiapan menghadapi Lebaran dan mereka menyampaikan bahwa kapal pengangkut BBM sedang dalam perjalanan menuju Pangkalbalam,” ujarnya.

Didit menjelaskan bahwa kapasitas tangki penyimpanan BBM di wilayah Bangka Belitung memang memiliki keterbatasan. Tangki penyimpanan yang tersedia saat ini hanya mampu menampung pasokan BBM untuk kebutuhan sekitar satu minggu.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak menjadi kendala besar dalam menjaga ketersediaan BBM, karena distribusi pasokan terus berjalan secara berkala melalui jalur laut.

“Walaupun kapasitas tangki hanya sekitar tujuh hari, distribusi tetap berjalan karena kapal pengangkut terus masuk. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kepanikan masyarakat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti antrean panjang di SPBU atau bahkan kelangkaan sementara akibat pembelian berlebihan.

Karena itu, Didit mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan secara pribadi.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Didit juga meminta pihak Pertamina untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah Bangka Belitung.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan situasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti praktik penimbunan BBM yang dapat merugikan masyarakat luas.

Menurut Didit, potensi penimbunan harus diwaspadai, terutama ketika muncul isu yang dapat memicu kekhawatiran publik.

“Saya juga meminta Pertamina berkoordinasi dengan Polda Babel agar tidak terjadi penimbunan. Saya khawatir ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk menimbun BBM. Itu tentu sangat berbahaya,” tegasnya.

Didit menilai, pengawasan terhadap distribusi BBM perlu diperketat agar pasokan yang tersedia benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, pengawasan juga diperlukan untuk memastikan tidak ada praktik distribusi ilegal atau penyaluran BBM yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi cepat dengan pihak Pertamina merupakan langkah yang dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali sekaligus meredam keresahan masyarakat.

Terlebih, saat ini masyarakat tengah bersiap menghadapi momentum Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Karena itu, stabilitas pasokan energi, termasuk BBM, menjadi hal penting yang harus dijaga agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Didit berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial.

Ia juga memastikan bahwa DPRD Babel akan terus memantau perkembangan distribusi BBM di wilayah tersebut serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Pertamina guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

“Yang terpenting masyarakat tetap tenang. Stok BBM masih aman dan distribusi akan terus berjalan,” pungkasnya. (Faras Prakasa/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *