KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT PLN (Persero) kembali mengoperasikan saluran kabel laut dan kabel tanah tegangan tinggi sirkit-2 yang menghubungkan Sumatera dengan Pulau Bangka. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Senin (10/11/2025)
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung, Ira Savitri, menjelaskan bahwa pengoperasian kembali saluran listrik 150 kiloVolt (kV) Sumatera–Bangka ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah kepulauan.
“Pengoperasian kembali saluran listrik 150 kV Sumatera–Bangka ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik,” ujar Ira di Pangkalpinang, Minggu (9/11/2025).
Menurutnya, saluran tersebut sempat mengalami kerusakan pada tahun 2023 di kabel phasa R, tepatnya pada jarak 14,7 kilometer dari arah Tanjungcarat menuju Mentok. Setelah dilakukan investigasi dan perbaikan menyeluruh, jaringan kini kembali beroperasi dengan kapasitas lebih besar dan sistem lebih stabil.
“Kami melakukan pemulihan menyeluruh melalui inspeksi teknis, pengujian keandalan, hingga sinkronisasi sistem sebelum kembali memberi tegangan dan mengoperasikan jaringan ini,” jelas Ira.
Ia menambahkan, dengan beroperasinya kembali kabel laut sirkit-2, kapasitas transfer daya dari Sumatera ke Bangka meningkat signifikan dari 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW. Peningkatan ini disebut akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan industri, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat di Bangka Belitung.
“Ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, sektor industri, dan pelayanan publik,” tegas Ira.
Dorong Investasi dan Pemerataan Energi
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, turut mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memulihkan jaringan interkoneksi listrik tersebut. Menurutnya, ketersediaan listrik yang stabil menjadi faktor utama dalam memperkuat daya tarik investasi di Babel.
“Ketersediaan listrik yang andal menjadi kunci utama menarik investasi. Kami optimistis iklim investasi di Babel akan semakin meningkat dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” kata Hidayat.
Ia menambahkan, keandalan sistem listrik juga menjadi dasar penting bagi daerah kepulauan seperti Bangka Belitung yang terus berkembang di sektor industri, pariwisata, dan usaha mikro.
“Langkah PLN ini kami nilai sebagai wujud nyata pemerataan energi. Masyarakat di pulau-pulau kecil juga harus merasakan manfaat pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional,” imbuhnya.
Standar K3 dan Teknologi Modern
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menjelaskan bahwa proyek pemulihan kabel laut dan tanah ini dilakukan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tertinggi.
“Pemulihan jaringan interkoneksi ini mencakup perbaikan kabel laut sepanjang 36 kilometer dan kabel tanah 3,9 kilometer. Seluruh proses dikerjakan dengan penerapan standar K3 yang ketat serta teknologi modern,” ungkap Suroso.
Ia menekankan bahwa pengoperasian kembali jaringan interkoneksi Sumatera–Bangka ini menjadi bagian penting dari strategi PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional serta memastikan pemerataan energi hingga ke wilayah kepulauan.
“Listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga penggerak utama ekonomi bangsa. Kami ingin memastikan wilayah kepulauan merasakan manfaat dari transformasi kelistrikan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Industri
Dengan sistem kelistrikan yang kini lebih kuat, PLN berharap pasokan energi ke berbagai sektor di Bangka Belitung dapat berjalan lebih efisien dan stabil. Peningkatan kapasitas ini akan mendukung aktivitas masyarakat, pelaku usaha, serta instansi pemerintahan yang bergantung pada suplai listrik.
“Keandalan sistem kelistrikan yang baru diperkuat ini kami harap dapat mendukung aktivitas masyarakat, sektor industri, hingga layanan publik di Bangka Belitung secara lebih optimal,” kata Ira Savitri menutup.
Langkah strategis PLN ini sejalan dengan program nasional untuk memperluas jaringan listrik antarwilayah, khususnya di kawasan kepulauan. Dengan beroperasinya kembali kabel laut Sumatera–Bangka, masyarakat Babel kini memiliki harapan baru terhadap sistem energi yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)
















