Kapolri: Kritik Media dan Publik Jadi Energi Perbaikan Kinerja Polri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Tegaskan Polri Terbuka Terima Kritik dan Evaluasi Publik

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terbuka terhadap masukan, kritik, dan evaluasi dari seluruh elemen masyarakat. Sikap terbuka tersebut dinilai penting untuk memperbaiki kinerja sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Kamis (26/2/2026)

Pernyataan itu disampaikan Sigit saat menghadiri acara buka puasa bersama insan pers di Markas Besar Polri (Mabes Polri), Jakarta, Rabu (25/2/2026).

banner 336x280

Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memastikan stabilitas nasional. Oleh karena itu, kritik dari publik dipandang sebagai bagian penting dalam proses perbaikan institusi.

“Kami siap selalu untuk menerima masukan, menerima kritik, dan evaluasi,” ujar Sigit di hadapan para jurnalis.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama ini terdapat perilaku anggota kepolisian yang dianggap mencederai rasa keadilan publik. Ia mengakui bahwa dalam praktik di lapangan, masih ada oknum yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

“Saya mengucapkan permohonan maaf apabila dalam keseharian kami mungkin ada perbuatan dari anggota-anggota kami yang disadari maupun tidak disadari mencederai rasa keadilan publik,” katanya.

Sigit menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen untuk terus melakukan pembenahan internal. Ia memastikan bahwa Polri tidak akan mentoleransi pelanggaran yang merusak kepercayaan masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolri berjanji akan menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran, khususnya yang berdampak pada hilangnya keadilan bagi masyarakat. Penegakan disiplin internal, menurutnya, merupakan kunci menjaga marwah institusi.

“Kami berjanji terhadap hal-hal yang mencederai keadilan publik, apalagi yang melakukan pelanggaran, maka kami tidak segan-segan melakukan penindakan tegas untuk menjaga institusi kita tercinta,” tegasnya.

Sigit juga menyoroti peran strategis media massa sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, termasuk kepolisian. Ia menilai suara yang disampaikan pers pada dasarnya merupakan representasi langsung dari keluhan, aspirasi, dan harapan publik.

Karena itu, setiap informasi yang disampaikan media harus menjadi perhatian serius jajaran kepolisian, terutama terkait pelayanan publik dan penegakan hukum.

“Sekecil apa pun suara dari teman-teman pers, itu adalah jeritan masyarakat, keluhan publik, yang harus segera kami respons dengan langkah cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Ketika keluhan publik ditangani secara serius dan transparan, maka legitimasi institusi akan semakin kuat.

Dalam konteks pengawasan publik, Sigit menilai keterbukaan terhadap kritik justru akan memperkuat profesionalisme Polri. Evaluasi dari luar dianggap sebagai mekanisme kontrol sosial yang sehat bagi lembaga penegak hukum.

Acara buka puasa bersama insan pers tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan media. Sigit berharap sinergi yang terbangun dapat mendorong terciptanya informasi yang akurat, berimbang, serta mendukung stabilitas keamanan nasional.

Di akhir pernyataannya, Kapolri kembali menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Polri tidak anti kritik. Justru kritik adalah energi bagi kami untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed