Kebakaran Lahan di Pangkalpinang Naik Hampir 5 Kali Lipat, Petugas Bisa Padamkan Api 10 Kali Sehari

Pangkalpinang Dilanda 105 Kebakaran Lahan, Luas Area Terbakar Capai 100 Hektare

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kebakaran lahan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami peningkatan tajam sepanjang Agustus 2026. Dalam satu bulan, petugas mencatat sebanyak 105 kejadian kebakaran lahan, atau melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Kamis (3/9/2026)

Kasi Pemadaman dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kota Pangkalpinang, Junisko, mengatakan angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Juli 2026 yang hanya mencatat sekitar 22 kejadian kebakaran lahan.

banner 336x280

“Untuk Agustus ada 105 kejadian kebakaran lahan. Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, memang meningkat drastis karena Juli hanya sekitar 22 kejadian,” kata Junisko, Kamis (3/9/2026).

Selain menangani kebakaran lahan, petugas pemadam kebakaran juga menangani lima kejadian kebakaran rumah selama Agustus. Dengan tingginya jumlah kejadian tersebut, petugas harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk merespons laporan masyarakat.

Sejumlah wilayah di Pangkalpinang tercatat mengalami kebakaran lahan. Lokasi tersebut antara lain Air Itam, Tuatunu, Selindung, Jerambah Gantung, Temberan hingga Teluk Bayur.

Banyaknya titik kebakaran membuat petugas harus bekerja ekstra. Tidak sedikit kejadian yang membutuhkan penanganan berulang karena api kembali muncul setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.

Dalam sehari, petugas bahkan dapat melakukan pemadaman hingga sekitar 10 kali. Kondisi tersebut tidak selalu berarti terdapat 10 titik berbeda, sebab satu lokasi kebakaran dapat kembali terbakar atau masih menyisakan bara sehingga petugas harus kembali melakukan pendinginan dan pemadaman.

“Sehari itu bisa sampai 10 kali pemadaman. Karena satu lokasi bisa sampai dua kali kita lakukan pemadaman,” ujarnya.

Luas Lahan Terbakar Capai 100 Hektare

Junisko memperkirakan total luas lahan yang terbakar di wilayah Kota Pangkalpinang selama Agustus mencapai sekitar 100 hektare. Lahan yang terbakar tersebar di sejumlah lokasi dan memiliki karakteristik berbeda, mulai dari lahan kosong hingga area terbuka yang ditumbuhi vegetasi kering.

Peningkatan kasus kebakaran lahan tersebut tidak terlepas dari kondisi cuaca dan lingkungan. Lahan yang semakin kering ditambah suhu udara yang panas membuat material vegetasi lebih mudah terbakar.

Dalam kondisi seperti itu, api yang awalnya berukuran kecil dapat dengan cepat membesar. Terlebih apabila kebakaran terjadi di area terbuka dengan banyak semak atau rerumputan kering.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api di sekitar lahan terbuka.

Petugas juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Aktivitas pembakaran yang tidak diawasi berpotensi memicu kebakaran lebih luas dan menyulitkan proses pemadaman.

Selain pembakaran lahan, masyarakat juga diminta memperhatikan hal-hal kecil yang berpotensi menjadi sumber api. Salah satunya adalah membuang puntung rokok sembarangan.

Puntung rokok yang masih menyala dapat memicu kebakaran ketika jatuh di atas rerumputan atau material yang berada dalam kondisi kering. Karena itu, setiap sumber api harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

“Kalau memang melakukan aktivitas yang menggunakan api, masyarakat harus memastikan api benar-benar padam dan jangan meninggalkannya begitu saja,” kata Junisko.

Warga Diminta Cepat Melapor

Selain mencegah munculnya sumber api, kecepatan laporan masyarakat juga dinilai penting dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas ke area lainnya.

Petugas mengimbau masyarakat yang melihat titik api untuk segera melaporkannya kepada pihak terkait. Jangan menunggu api membesar karena kondisi tersebut dapat membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

“Yang paling penting masyarakat sama-sama waspada. Kalau melihat ada kebakaran, segera laporkan supaya bisa cepat ditangani dan tidak meluas,” pungkas Junisko.

Lonjakan dari 22 kejadian pada Juli menjadi 105 kejadian pada Agustus menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan petugas pemadam kebakaran di Pangkalpinang. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi ketika kondisi lingkungan kering dan cuaca panas.

Dengan memasuki periode rawan kebakaran, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menekan jumlah kejadian. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Petugas pun terus melakukan penanganan setiap laporan yang masuk. Namun, upaya pemadaman akan lebih efektif apabila kebakaran dapat diketahui sejak awal dan masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

Tingginya jumlah kejadian sepanjang Agustus sekaligus menjadi peringatan agar masyarakat Pangkalpinang lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama di sekitar lahan terbuka yang mudah terbakar. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *