KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana strategis untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari induknya, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan mengubahnya menjadi bank baru yang fokus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kamis (9/4/2026)
Rencana ini muncul sebagai solusi jangka panjang setelah Purbaya menilai penyaluran KUR melalui bank konvensional, termasuk BRI, selama bertahun-tahun tidak optimal dalam menjangkau UMKM yang benar-benar membutuhkan modal. “BRI itu perusahaan publik. Dia pasti punya alasan tersendiri untuk membuat KUR tidak bisa dijalankan maksimal karena desainnya untuk untung, bukan untuk membantu rakyat. Jadi ini mesti dipikirkan,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026).
PNM Akan Jadi Bank Penyalur KUR Utama
Saat ini, PNM dikenal sebagai lembaga pembiayaan bagi usaha ultra mikro. Namun, setelah pengambilalihan oleh Kemenkeu, Purbaya menargetkan PNM menjadi penyalur utama KUR, yang sebelumnya tersebar di berbagai bank dengan dana sekitar Rp 40 triliun per tahun. Ia merinci strategi ini sebagai langkah transformasi bertahap: “Kalau saya injeksi dana Rp 40 triliun tiap tahun selama empat sampai lima tahun, modalnya sudah bisa mencapai Rp 200 triliun. Itu sudah setara bank besar, tapi fokusnya tetap KUR untuk UMKM.”
Rencana pengambilalihan PNM ini akan menjadikan lembaga tersebut sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu, mirip dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dengan status BLU, PNM dapat menjalankan fungsi pemerintah untuk menyalurkan KUR secara fokus tanpa tergantung pada target profitabilitas bank komersial.
Proses dan Dukungan Pemerintah
Purbaya menyebut bahwa rencana ini sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto dan saat ini masih dalam tahap perundingan dengan Danantara Indonesia. Selain itu, Kemenkeu juga meminta dukungan Komisi XI DPR RI agar proses pengambilalihan dan transformasi PNM berjalan lancar.
“Kalau ambil alih, nanti lapor ke Komisi XI boleh atau tidak. Tapi kami sudah diskusi dan persiapkan semuanya. SMI dan PIP sudah diperintahkan mempelajari hal ini. Kita sedang diskusi dengan Danantara. Sinyal dari atas sih katanya boleh, tapi kita matangkan lagi,” ujarnya.
Alasan Dibalik Transformasi PNM
Purbaya menilai transformasi PNM menjadi bank UMKM baru merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah yang selama ini menghambat penyaluran KUR. Banyak pelaku UMKM yang naik kelas sulit memperoleh KUR karena bank komersial, termasuk BRI, lebih mengutamakan risiko kredit rendah untuk menjaga profitabilitas. Akibatnya, sebagian besar dana KUR justru tersalurkan ke pelaku usaha yang sama berulang kali.
“Saya tergelitik melihat program KUR bertahun-tahun berjalan, tapi UMKM yang naik kelas tidak mendapat akses. Banyak yang komplain, KUR-nya sulit didapat,” ujarnya.
Dengan pengambilalihan PNM, Kemenkeu menargetkan seluruh sistem penyaluran KUR dapat dikelola secara terintegrasi, sehingga UMKM dari berbagai daerah dapat memperoleh pembiayaan secara merata.
Membangun Ekosistem UMKM
Rencana Purbaya tidak berhenti pada pengambilalihan dan injeksi modal. Setelah menjadi bank baru dengan modal sekitar Rp 200 triliun, PNM akan membangun ekosistem pendukung UMKM. Ekosistem ini mencakup pelatihan, pendampingan, pemasaran, penjaminan kredit, hingga layanan penasihat usaha.
“Ada penasihatnya, ada pelatihannya, ada pemasarannya, ada penjamin kreditnya, dan lain-lain. Tujuannya agar UMKM benar-benar bisa berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Strategi ini diharapkan tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di tingkat nasional, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.
Fokus Jangka Panjang
Dengan transformasi PNM, pemerintah menargetkan UMKM dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah-daerah yang selama ini kurang terlayani oleh sistem perbankan. Transformasi ini juga diharapkan menjadi model bagi bank-bank pemerintah lain dalam menyalurkan program-program strategis, termasuk KUR, secara lebih tepat sasaran.
“Kalau mau UMKM dibereskan, begini caranya. Kalau tidak, kita tetap punya program iseng-iseng berhadiah, bisa jalan bisa tidak. Setiap tahun orang marah-marah ke saya soal KUR yang susah didapat,” ujar Purbaya menutup penjelasannya.
Dengan langkah ini, Purbaya berharap pengambilalihan PNM dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor UMKM Indonesia sekaligus memastikan dana KUR tersalurkan secara lebih efektif dan tepat sasaran. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)











