KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendorong pengembangan durian lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Kontes Durian 2026 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar di Lapangan Bola Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (9/7/2026). Jum’at (10/7/2026)
Melalui ajang tersebut, lima durian terbaik hasil penilaian dewan juri akan diusulkan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai calon varietas unggul nasional. Selain itu, pohon indukan dari durian-durian terbaik tersebut juga akan dikembangkan untuk mendukung penyediaan bibit unggul bagi para petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan kontes ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi langkah strategis untuk mengangkat potensi durian lokal Babel agar lebih dikenal luas.
Menurutnya, Bangka Belitung memiliki banyak varietas durian dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan daerah penghasil durian lainnya di Indonesia. Karena itu, varietas-varietas unggulan tersebut perlu didata dan didaftarkan secara resmi kepada pemerintah pusat.
“Nanti ada lima besar pemenang kontes yang akan kami daftarkan ke Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura agar bisa tercatat sebagai varietas unggul nasional dan selanjutnya dikembangkan,” kata Kurniawan.
Sebanyak 52 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Bangka Belitung mengikuti kontes tersebut dengan membawa durian unggulan masing-masing.
Seluruh buah yang dilombakan menjalani proses seleksi ketat oleh lima orang dewan juri independen yang memiliki kompetensi di bidang hortikultura dan buah-buahan unggulan.
Kurniawan menjelaskan, proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah indikator kualitas buah.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dewan juri antara lain ketebalan daging buah, ukuran dan ketipisan biji, bentuk buah yang simetris, warna daging, aroma khas durian, tekstur, hingga cita rasa secara keseluruhan.
Setiap juri memberikan penilaian terhadap seluruh sampel durian yang masuk dalam perlombaan.
Nilai dari masing-masing juri kemudian dirata-ratakan untuk menentukan lima durian dengan skor tertinggi.
“Kalau seluruh kriterianya memenuhi dan nilainya tinggi, maka akan dihitung rata-ratanya oleh lima dewan juri. Lima terbaik itulah yang akan kami usulkan sebagai pemenang,” jelasnya.
Menurut Kurniawan, setelah lima varietas terbaik ditetapkan, pemerintah tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan.
DPKP Babel akan melakukan identifikasi terhadap pohon indukan asal buah-buah pemenang tersebut.
Pohon indukan kemudian akan disurvei untuk memastikan kualitas genetik dan produktivitasnya sebelum dijadikan sumber benih unggul.
Bibit dari pohon indukan itu nantinya dapat dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat maupun petani yang ingin membudidayakan durian unggulan asli Bangka Belitung.
“Kami akan mengembangkan pohon indukan tersebut agar bibitnya bisa dimanfaatkan masyarakat yang ingin menanam durian unggulan hasil kontes ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperbanyak populasi durian lokal berkualitas sekaligus menjaga plasma nutfah khas Bangka Belitung.
Selama ini, Bangka Belitung telah memiliki beberapa varietas durian yang cukup dikenal masyarakat, seperti Cumasi, Namlung, dan Super Tembaga Klamunod.
Namun pemerintah meyakini masih banyak varietas lokal lain yang memiliki kualitas tinggi dan layak diperkenalkan hingga tingkat nasional.
Melalui kontes ini diharapkan akan lahir varietas-varietas baru yang mampu menjadi identitas baru durian Bangka Belitung.
“Tidak hanya Cumasi atau Super Tembaga Klamunod, kami ingin ada varietas-varietas baru yang dikenal secara nasional,” kata Kurniawan.
Selain mengusulkan ke Kementerian Pertanian, DPKP Babel juga akan mendaftarkan lima varietas terbaik tersebut untuk memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap kekayaan hayati lokal agar memiliki pengakuan hukum sekaligus mencegah klaim dari pihak lain.
“Tahun ini kami harapkan sudah bisa terdaftar di Kementerian Pertanian dan sekaligus kami daftarkan HAKI-nya,” ujarnya.
Menurut Kurniawan, pengakuan sebagai varietas unggul nasional akan memberikan banyak manfaat bagi petani.
Selain meningkatkan nilai jual buah, status tersebut juga membuka peluang lebih besar untuk pengembangan budidaya secara luas, distribusi bibit, hingga promosi ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia optimistis keberadaan varietas unggul nasional akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani durian di Bangka Belitung.
Di sisi lain, pemerintah juga ingin mendorong hilirisasi komoditas durian agar manfaat ekonominya tidak hanya berasal dari penjualan buah segar.
Berbagai produk olahan seperti dodol durian, pancake durian, es krim, tempoyak, hingga aneka makanan dan minuman berbahan dasar durian dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Dengan demikian, durian lokal tidak hanya menjadi komoditas musiman, tetapi mampu menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha mikro, industri pengolahan, hingga sektor pariwisata.
“Yang kami harapkan juga adalah hilirisasi dari produk olahan durian setelah masa panen, sehingga nilai ekonominya semakin meningkat,” pungkas Kurniawan.
Melalui Kontes Durian Babel 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap semakin banyak varietas durian lokal yang mendapat pengakuan nasional. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing komoditas hortikultura daerah, memperkuat kesejahteraan petani, serta memperkenalkan kekayaan plasma nutfah Bangka Belitung ke tingkat nasional. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)














