KBOBABEL.COM (Bangka Belitung, Pulau Nangka) – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menggelar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang disusun secara matang berbasis data dan kebutuhan nyata warga. Bertempat di Pulau Nangka, Sabtu (6/6/2026), kegiatan ini mengambil tema “Orang Tua Inspiratif: Mendukung Pendidikan dan Cita-Cita Anak” sebagai bentuk kontribusi nyata sekaligus penerapan ilmu perkuliahan. Selasa (9/6/2026)
Berbeda dengan kegiatan umumnya, program ini tidak disusun secara serampangan. Sebelumnya, tim mahasiswa telah melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi keluarga di Pulau Nangka, khususnya dalam hal mendukung pendidikan dan perkembangan anak. Hasil survei tersebut kemudian dijadikan dasar penyusunan materi dan konsep acara agar benar-benar relevan dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.
Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Public Relations Profesional yang diampu oleh Yera Yulista, M.Si. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa dilatih mampu membaca dinamika sosial, merancang program yang tepat sasaran, hingga mengelola komunikasi dengan masyarakat secara profesional.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya pandai secara teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki kemampuan praktis. Mereka belajar membaca masalah melalui riset, lalu menyusun program yang solutif. Ini bukti bahwa ilmu komunikasi dan kehumasan bisa dihadirkan dalam bentuk kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas Yera Yulista.
Workshop menghadirkan narasumber Topandra, S.IP., yang membahas peran strategis orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, memberikan motivasi belajar yang berkelanjutan, serta menjadi teladan yang baik agar anak mampu menggapai cita-cita di tengah tantangan zaman.
Suasana kegiatan berjalan hangat dan interaktif. Sebagian besar peserta adalah ibu rumah tangga yang antusias mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman sehari-hari. Dengan pendekatan yang akrab dan materi yang disesuaikan kondisi lokal, peserta terlihat mendapatkan wawasan baru mengenai cara mendidik dan mendukung potensi anak secara positif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran yang lebih baik di kalangan orang tua di Pulau Nangka akan pentingnya peran mereka dalam mendukung pendidikan anak. Mahasiswa juga berharap program berbasis riset seperti ini dapat menjadi contoh bagaimana ilmu komunikasi dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberdayakan masyarakat pesisir. (Eqi Fitri Marehan/KBO Babel)











