KBOBABEL.COM (CIREBON) — Seorang mahasiswi berusia 24 tahun asal Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditemukan meninggal dunia di kamar indekos tempatnya tinggal di Kota Cirebon, Jawa Barat. Rabu (29/7/2026)
Korban berinisial YA ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap. Diduga, korban telah meninggal dunia selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan oleh penjaga kos.
Penemuan jasad YA tersebut mengundang perhatian warga di sekitar lokasi indekos. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP Aris Hermanto, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pihak penjaga kos menerima informasi mengenai kondisi kamar korban.
Laporan itu diterima petugas pada Selasa (28/7/2026) siang. Setelah mendapatkan laporan, sejumlah petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebelum korban ditemukan, penjaga kos bernama Maulana mengaku sempat dihubungi seseorang pada Senin malam. Orang tersebut meminta bantuan untuk mengecek kondisi kamar yang ditempati YA.
Maulana kemudian mendatangi kamar tersebut. Namun, saat tiba di lokasi, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam.
Penjaga kos kemudian berupaya mencari kunci cadangan untuk membuka pintu kamar. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Karena tidak berhasil membuka kamar, Maulana kemudian menghubungi pemilik kos pada Selasa pagi. Pemilik kos selanjutnya meminta bantuan seorang tukang bangunan untuk membuka pintu kamar YA.
Setelah dilakukan upaya selama beberapa menit, pintu kamar akhirnya berhasil dibuka.
Saat pintu terbuka, Maulana dan sejumlah orang yang berada di lokasi dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.
YA ditemukan dalam kondisi tubuh yang telah membengkak. Selain itu, dari dalam kamar juga tercium bau tidak sedap yang cukup menyengat. Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP Aris Hermanto mengatakan, berdasarkan keterangan penjaga kos, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, YA diketahui keluar atau berada di sekitar bagian depan kos untuk mengambil pesanan makanan yang diantarkan oleh layanan jasa pengiriman makanan.
“Berdasarkan keterangan penjaga kos, korban terakhir kali terlihat pada Kamis 23 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB saat mengambil pesanan makanan dari layanan jasa kirim makanan di depan kos,” kata Aris saat dihubungi, Rabu (29/7/2026) pagi.
Setelah itu, korban tidak lagi terlihat oleh penjaga kos maupun warga di sekitar tempat tinggalnya hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban untuk dibawa ke rumah sakit. Selain proses evakuasi, kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.
Pihak kepolisian turut memeriksa sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk mengenai kondisi korban sebelum meninggal dunia.
Dari hasil identifikasi sementara berdasarkan keterangan para saksi dan alat identitas yang ditemukan, perempuan tersebut diketahui berinisial YA dan berusia 24 tahun.
YA diketahui merupakan seorang mahasiswi yang berasal dari Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Selama menjalani aktivitas perkuliahan di Cirebon, korban tinggal seorang diri di kamar indekos tersebut.
Kepolisian kemudian menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan kabar mengenai meninggalnya YA.
Berdasarkan keterangan keluarga, sekitar dua pekan sebelum ditemukan meninggal dunia, YA sempat pulang ke kampung halamannya di Bangka Belitung.
Saat berada di rumah, YA diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatan berupa sakit lambung. Pihak keluarga kemudian memberikan perhatian dan mendampingi korban untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis.
Keluarga juga sempat meminta YA agar tidak kembali ke Cirebon untuk sementara waktu demi menjaga kondisi kesehatannya.
Namun, YA disebut tetap memilih kembali ke Cirebon karena ingin menyelesaikan berbagai kegiatan yang masih harus dijalaninya.
Tidak lama setelah kembali ke Cirebon, korban kemudian ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.
Meski jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya, kepolisian masih melakukan upaya untuk mengetahui penyebab pasti kematian YA.
Pemeriksaan terhadap saksi dan barang-barang di sekitar lokasi menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan apakah korban meninggal karena faktor kesehatan atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematiannya.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami sejumlah informasi terkait aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Keterangan dari penjaga kos, pemilik indekos, keluarga, serta saksi lainnya akan menjadi bahan bagi petugas untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab kematian korban.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena korban ditemukan setelah beberapa hari tidak terlihat. Kepolisian pun terus melakukan pemeriksaan guna memastikan penyebab kematian mahasiswi asal Bangka Barat tersebut secara akurat dan berdasarkan hasil penyelidikan. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

















