KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Seorang warga bernama Rusmanto (40) ditemukan meninggal dunia setelah diterkam seekor buaya saat sedang mandi di sebuah kolong atau bekas galian tambang, Senin (9/2/2026) sore. Peristiwa mengerikan itu terjadi di hadapan anak kandung korban. Selasa (10/2/2026)
Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan pihak berwenang, Rusmanto saat itu sedang mandi di pinggir kolong bersama anaknya. Tanpa diduga, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam tubuh korban.
“Tiba-tiba seekor buaya muncul, menerkam, dan menyeret korban ke dalam air. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh anak korban,” ujar Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026).
Anak korban yang menyaksikan langsung kejadian tersebut dilaporkan sangat terpukul. Dalam kondisi panik dan ketakutan, ia langsung berlari meninggalkan lokasi kolong untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan meneruskannya ke Kantor SAR Pangkalpinang.
Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Belitung serta Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan ke lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh kewaspadaan. Buaya berukuran besar yang diduga menerkam korban beberapa kali terlihat muncul ke permukaan air, sehingga membuat suasana di lokasi menjadi mencekam. Tim SAR harus ekstra hati-hati demi keselamatan personel di lapangan.
“Selama proses pencarian, predator tersebut beberapa kali terlihat di sekitar lokasi. Tim terus memantau pergerakannya hingga malam hari sambil menunggu momen yang aman untuk mengevakuasi korban,” jelas Mikel.
Setelah dilakukan pemantauan intensif selama beberapa jam, buaya tersebut akhirnya melepaskan tubuh korban. Sekitar pukul 23.40 WIB, jasad Rusmanto berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Namun, saat dievakuasi, korban dipastikan telah meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Marsidi Judono, Kabupaten Belitung, untuk dilakukan visum. Setelah proses medis selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Mikel Rachman Junika menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan mengapresiasi seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Ia menegaskan bahwa operasi SAR dinyatakan resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami tutup,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di perairan terbuka seperti kolong bekas tambang yang berpotensi menjadi habitat satwa liar berbahaya, termasuk buaya. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)











