Misteri Big Bos Tambang Timah Babel: Popo Disorot, Bukti Lapangan Kian Menguat

Diduga Kendalikan Tambang Ilegal, Nama Popo Kembali Mencuat: Publik Desak Satgas PKH dan Kejati Babel Bertindak

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) – Gelombang desakan publik semakin menguat agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan keterlibatan seorang pengusaha asal Sungailiat yang disebut-sebut dengan inisial “Popo” dalam jaringan tambang timah ilegal skala besar di Bangka Belitung. Meski yang bersangkutan berkali-kali membantah keterlibatannya melalui sejumlah pemberitaan, berbagai temuan lapangan justru memperkuat tekanan masyarakat agar penyidik di Satgas Pengamanan Kawasan Hutan (PKH), Polda Babel, dan Kejati Babel tidak menunda langkah hukum untuk mengungkap peran sebenarnya dari sosok yang diduga menjadi aktor besar di balik layar ini. Rabu (10/12/2025)

Pasca operasi besar-besaran Satgas PKH di kawasan Lubuk Besar, Bangka Tengah, isu tentang keberadaan “Big Bos” yang mengendalikan operasi tambang ilegal dari balik layar kembali mencuat. Publik kini mengerucut pada satu nama: Popo. Dalam berbagai unggahan, percakapan publik, hingga laporan investigasi, nama ini kerap muncul sebagai salah satu sosok yang diduga memiliki kendali atas aliran alat berat dan operasional di titik-titik tambang ilegal.

banner 336x280

Temuan terbaru awak media semakin memperkuat dugaan tersebut. Tim berhasil mendokumentasikan sebuah area luas di Sri Menanti, Sungailiat, yang disebut-sebut sebagai gudang alat berat tersembunyi milik Popo. Foto dan video dari lokasi itu memperlihatkan puluhan unit alat berat berjejer rapi, termasuk excavator merek Hitachi yang tampak siap pakai. Selain alat berat, terlihat pula deretan kendaraan mewah yang diduga terkait dengan aktivitas operasional.

Seorang sumber terpercaya yang meminta anonimitas mengungkapkan hal mencengangkan.

“Benar, itu gudang alat berat ‘Popo’. Tempat parkir alat-alat beratnya. Kalau tidak ada aktivitas, alat berat disimpan di situ. Semua alat berat itu siap digunakan kapan saja,” ujarnya.

Keterangan ini menambah kuat dugaan bahwa Popo memiliki jalur operasional yang terhubung dengan kegiatan tambang ilegal di Lubuk Besar, Kawasan Hutan Merapen, dan wilayah hutan lindung lainnya yang selama ini menjadi lokasi penertiban. Dalam razia Satgas PKH, berbagai nama sempat mencuat, termasuk beberapa pengusaha alat berat seperti Herman Fu. Namun, publik berulang kali menegaskan bahwa penyidik tidak boleh berhenti pada operator lapangan atau pemilik alat berat tingkat menengah.

“Cari Big Bos-nya!” seruan itu kini bergema di berbagai ruang publik, termasuk media sosial, grup percakapan masyarakat, hingga forum-forum warga. Nama Popo menjadi pusat perhatian meski aparat belum pernah mengumumkan secara resmi posisi atau dugaan keterlibatannya. Temuan gudang tersembunyi itu membuat publik semakin yakin bahwa ada aktor besar yang selama ini berada di balik rentetan kegiatan ilegal yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Dalam dua tahun terakhir, nama Popo juga beberapa kali muncul dalam laporan investigatif lapangan yang mengungkap dugaan keterlibatannya dalam aktivitas tambang ilegal di berbagai titik. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi, pemeriksaan terbuka, ataupun pernyataan hukum yang dapat meredam spekulasi publik. Sebaliknya, narasi keterlibatan justru semakin kuat seiring mengemukanya bukti-bukti baru.

Di sisi lain, Kejati Babel masih berada pada tahap penyelidikan terkait operasi tambang ilegal di Lubuk Besar. Dari dua lokasi seluas 315,48 hektare — yakni Sarang Ikan (262,85 ha) dan Desa Nadi (52,63 ha) — negara diperkirakan berpotensi mengalami kerugian mencapai Rp 12,9 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya skala operasi yang berjalan dan menunjukkan kemungkinan keterlibatan aktor-aktor besar yang mengendalikan jaringan tersebut.

Publik kini menuntut agar penegak hukum tidak hanya fokus pada penyitaan alat berat atau pemeriksaan operator lapangan. Mereka menilai pola tambang ilegal yang terungkap selama ini bukanlah kejahatan kecil, melainkan jaringan dengan struktur komando yang rapi dan terorganisir.

Desakan masyarakat sangat jelas: usut sampai ke akar, bongkar siapa pun yang menjadi pengendali utama, dan berhenti memberi ruang bagi cukong besar yang diduga selama ini tak tersentuh hukum.

Selain itu, tim elanghitamindonesia.co.id telah melakukan upaya konfirmasi langsung kepada Popo pada Senin (8/12/2025). Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban atau klarifikasi apa pun dari yang bersangkutan. Sikap diam ini justru memicu spekulasi lanjutan di tengah masyarakat.

Kasus ini kini memasuki fase yang lebih serius. Dugaan kepemilikan gudang tersembunyi, aliran alat berat, serta munculnya berbagai nama yang diduga terlibat, menjadi benang merah yang harus diurai secara terbuka dan transparan. Jika dugaan-dugaan tersebut benar mengarah kepada Popo, maka publik menuntut aparat untuk tidak ragu bertindak.

Keadilan harus ditegakkan tanpa kompromi, tanpa tebang pilih, dan tanpa terpengaruh kekuatan modal siapa pun. Bangka Belitung menunggu pembuktian bahwa penegakan hukum berjalan bukan hanya untuk pekerja kecil, tetapi juga untuk para “big bos” yang merusak lingkungan dan menggerogoti kekayaan negara. (Sumber : Kabar Reskrim, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *