KBOBABEL.COM (MENTOK) – Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ludes terbakar saat terparkir di garasi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka Barat, Minggu (12/7/2026) pagi. Senin (13/7/2026)
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu menghanguskan hampir seluruh bagian kendaraan. Beruntung, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum api merambat ke bangunan kantor maupun kendaraan lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sementara kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas piket Satpol PP dan Damkar yang baru tiba di kantor untuk memulai aktivitas.
Saat memasuki area garasi, petugas melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang berasal dari dalam kabin mobil pemadam kebakaran merek Hino dengan nomor polisi BN 9006 RZ.
“Kebakaran diketahui saat petugas piket Satpol PP dan Damkar tiba di kantor dan melihat asap serta kobaran api dari dalam kabin mobil yang sedang terparkir di garasi,” ujar Pradana.
Mengetahui kejadian tersebut, petugas segera melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. Selain itu, air juga digunakan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin membesar.
Upaya cepat tersebut berhasil mencegah api merambat ke kendaraan lain maupun bangunan kantor yang berada tidak jauh dari lokasi parkir mobil damkar.
Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT TIMAH turut dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pendinginan atau cooling down. Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada lagi bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meski berhasil dipadamkan, kondisi mobil damkar mengalami kerusakan sangat parah. Hampir seluruh bagian kabin hangus terbakar, sementara sejumlah komponen kendaraan juga mengalami kerusakan akibat suhu panas yang tinggi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kendaraan tersebut sebelumnya diketahui pernah mengalami gangguan pada sistem kelistrikan.
Kapolres menjelaskan, informasi sementara dari pihak terkait menyebutkan mobil tersebut memang beberapa kali mengalami masalah teknis sebelum akhirnya terbakar.
“Berdasarkan keterangan awal, kendaraan tersebut sebelumnya dilaporkan kerap mengalami gangguan pada sistem kelistrikan. Terakhir kendaraan digunakan pada Jumat (10/7/2026), dan saat itu juga mengalami kerusakan pada sistem Power Take Off (PTO) sebelum dilakukan perbaikan secara mandiri,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan adanya hubungan langsung antara gangguan kelistrikan tersebut dengan kebakaran yang terjadi. Seluruh kemungkinan masih didalami melalui proses penyelidikan.
Setelah menerima laporan kejadian, personel Polres Bangka Barat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Garis polisi dipasang di sekitar kendaraan yang terbakar guna menjaga keaslian lokasi serta memudahkan proses identifikasi oleh tim penyidik.
Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bangka Barat kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyebab kebakaran.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu unit handy talky yang terbakar, satu unit lampu strobo yang hangus, satu set kabel kendaraan yang ikut terbakar, serta sisa material arang dari bagian dalam kabin mobil.
Seluruh barang bukti tersebut akan dianalisis lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polres Bangka Barat akan melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut,” kata Pradana.
Ia menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan melibatkan pemeriksaan teknis terhadap sistem kelistrikan kendaraan apabila diperlukan.
Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk personel yang terakhir menggunakan kendaraan serta petugas yang pertama kali mengetahui adanya kebakaran.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kendaraan yang terbakar merupakan salah satu armada penting dalam mendukung pelayanan pemadaman kebakaran di Kabupaten Bangka Barat.
Hilangnya satu unit armada tentu berpotensi memengaruhi kesiapsiagaan petugas dalam memberikan pelayanan apabila terjadi kebakaran di wilayah tersebut.
Karena itu, hasil penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden agar langkah pencegahan dapat dilakukan terhadap armada lain yang masih beroperasi.
Insiden tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan dan perawatan berkala terhadap kendaraan operasional, khususnya armada yang memiliki sistem kelistrikan dan mekanis kompleks. Pemeriksaan rutin dinilai menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.
Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun nilai pasti kerugian yang ditimbulkan, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Aparat memastikan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

















