
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Ceramah Agama bertema “Mempersiapkan Amal Terbaik untuk Bekal Pulang” yang dirangkaikan dengan bakti sosial dalam program PKK Mengaji Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Agung Kubah Timah, Minggu (1/3/2026). Selasa (3/3/2026)
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan 10 Program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yang difokuskan pada penguatan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, khususnya di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel, pengurus TP PKK kabupaten/kota se-Babel, alim ulama, tokoh agama, kader PKK, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Noni menegaskan bahwa Gerakan PKK Mengaji bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen membangun keluarga yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai agama. Ia menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Kita ingin 10 Program Pokok PKK tidak hanya menjadi gerakan administratif, tetapi benar-benar hidup dalam keluarga. Keluarga yang beriman, berakhlak, dan sejahtera adalah kunci pembangunan daerah,” tegasnya.
Menurutnya, rumah harus menjadi “madrasah pertama” bagi anak-anak. Orang tua memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai iman, akhlak, serta keteladanan. Ketahanan keluarga, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh kekuatan spiritual yang ditanamkan sejak dini.
Noni juga mengajak seluruh kader PKK untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri. Ia berharap budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari penguatan Gerakan PKK Mengaji.
Sementara itu, ustazah Riski Amelia dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya mempersiapkan amal terbaik sebagai bekal kembali menghadap Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap individu perlu memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
“Ramadan adalah bulan pendidikan. Di bulan ini kita dilatih untuk menahan diri, memperbaiki akhlak, memperkuat kepedulian sosial, dan meningkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga menekankan bahwa amal terbaik tidak hanya berbentuk ibadah ritual, tetapi juga kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keluarga yang menjadikan nilai agama sebagai pedoman akan melahirkan generasi yang tangguh, berdaya, dan memiliki empati sosial.
Tak hanya ceramah agama, kegiatan PKK Mengaji Tahun 2026 ini juga dirangkaikan dengan penyaluran santunan kepada 63 mustahik bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Babel. Bantuan tersebut diberikan kepada 41 mustahik dari empat kelurahan, yakni Kelurahan Gedung Nasional, Rawamangun, Batin Tikal, dan Opas Indah.
Selain itu, santunan juga diberikan kepada enam petugas kebersihan mobil pink, tiga penyandang disabilitas, 12 marbot, serta satu petugas parkir Masjid Agung Kubah Timah. Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai gotong royong dalam 10 Program Pokok PKK.
Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan bantuan. Sarimah, salah satu penerima manfaat dari Kelurahan Gedung Nasional, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi dan TP PKK Babel.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi di bulan Ramadan. Terima kasih kepada pemerintah provinsi dan TP PKK yang sudah peduli dengan kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga. Melalui penguatan spiritual dan kepedulian sosial, PKK diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Noni menambahkan, Gerakan PKK Mengaji akan terus digalakkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Ramadan. Ia berharap seluruh kader PKK dapat menjadi teladan dalam membudayakan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Melalui Gerakan PKK Mengaji, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Spirit Ramadan ini harus terus hidup dalam keluarga dan lingkungan kita,” tutupnya.
Dengan sinergi antara TP PKK, pemerintah daerah, dan Baznas, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan spiritual keluarga sekaligus memperluas jangkauan kepedulian sosial di Bangka Belitung. (Faras Prakasa/KBO Babel)










