Nyaris 1.000 Senjata Tersimpan di Sekolah Jaksel, Ada Amunisi, Narkoba hingga Bunker Terkunci

Temuan 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Bikin Geger, Polisi Dalami Legalitas dan Asal Barang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Temuan 995 pucuk senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Jumlah senjata yang nyaris mencapai seribu pucuk tersebut ditemukan di salah satu ruangan sekolah dan kini tengah diselidiki Polres Metro Jakarta Selatan. Sabtu (8/8/2026)

Selain ratusan senjata, pihak sekolah juga menyebut menemukan sejumlah amunisi, peredam, magazen, peralatan pembuat peluru, buku panduan pembuatan peluru, narkoba, hingga sekitar 30 keping CD yang disebut berisi konten porno.

banner 336x280

Polisi masih mendalami jenis, status kepemilikan, legalitas, serta tujuan penyimpanan berbagai barang tersebut. Hingga kini, penyidik belum menyimpulkan siapa pemilik keseluruhan barang yang ditemukan.

Kasus tersebut bermula ketika sebuah ruangan di lingkungan sekolah hendak digunakan untuk keperluan siswa. Proses pembongkaran barang-barang di dalam ruangan dilakukan pada 10 dan 11 Juli 2026.

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan saat proses tersebut dilakukan, pihak sekolah menemukan ratusan senjata dan sejumlah barang lainnya.

“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesori senjata yang lain,” kata Hermawanto, Kamis (6/8/2026).

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan pada 15 Juli 2026.

Beragam Jenis Senjata Ditemukan

Jumlah 995 pucuk menjadi salah satu perhatian utama dalam kasus ini. Namun, jenis dan bentuk senjata yang ditemukan juga menjadi bagian penting dari penyelidikan.

Menurut keterangan pihak sekolah, barang yang ditemukan mencakup empat senjata laras panjang dan dua senjata laras pendek. Selain itu, terdapat peredam, tujuh magazen dengan berbagai jenis, serta amunisi dengan beragam kaliber.

Pihak sekolah juga menyebut terdapat sejumlah airsoft gun yang memiliki bentuk menyerupai senjata tertentu, di antaranya FN P90, AK-47, dan M4 Carbine.

Penyebutan nama-nama tersebut perlu ditempatkan secara tepat. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, FN P90, AK-47, dan M4 Carbine yang dimaksud merupakan model atau bentuk airsoft gun, bukan berarti seluruh barang tersebut merupakan senjata api asli dengan spesifikasi seperti senjata militer.

Selain airsoft gun, ditemukan pula taser gun di dalam ruangan tersebut.

Polisi kini memiliki tugas untuk mengidentifikasi satu per satu barang yang ditemukan, termasuk menentukan apakah barang-barang tersebut masuk kategori senjata api, air gun, airsoft gun, atau perangkat lainnya serta memastikan status legalitas masing-masing.

Temuan Alat Pembuat Peluru

Persoalan semakin berkembang setelah pihak sekolah menyebut menemukan alat yang diduga berkaitan dengan pembuatan peluru.

Tidak hanya peralatannya, terdapat pula buku panduan pembuatan peluru di lokasi penemuan.

Temuan tersebut membuat pihak sekolah meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Sebab, keberadaan peralatan tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terang, terutama terkait fungsi dan tujuan penggunaannya.

“Termasuk juga menemukan narkoba, dan juga menemukan CD porno. Jadi kami perlu informasikan kepada masyarakat bahwa karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata, maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Hermawanto.

Namun, keberadaan sejumlah barang tersebut belum secara otomatis menunjukkan siapa pemiliknya. Polisi masih harus melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti untuk memastikan keterkaitan antara barang-barang yang ditemukan dengan pihak tertentu.

Narkoba dan Puluhan CD Turut Ditemukan

Selain senjata dan perlengkapan pendukung, pihak sekolah juga menyebut adanya temuan narkoba serta sekitar 30 keping CD yang disebut berisi konten porno.

Informasi mengenai barang-barang tersebut turut menjadi bagian dari laporan yang disampaikan pihak sekolah kepada kepolisian.

Namun, sampai saat ini belum ada kesimpulan mengenai kepemilikan narkoba dan CD tersebut.

Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku sebagai pihak yang memiliki ratusan airsoft gun, membantah bahwa narkoba dan CD tersebut merupakan barang milik pihaknya.

Keterangan tersebut menjadi salah satu hal yang masih perlu diklarifikasi melalui penyelidikan kepolisian.

Ditemukan di Ruangan Eks Ketua Yayasan

Lokasi penemuan barang juga menjadi bagian penting dalam perkara ini.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menyebut seluruh barang ditemukan di sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan.

“Kami laporkan itu karena ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat. Jadi lokasinya begitu. Ini Ketua Yayasan yang sudah kami pecat,” kata Untung.

Menurut Hermawanto, mantan ketua yayasan tersebut diberhentikan pada April 2026.

Persoalan mengenai pemberhentian tersebut juga disebut tengah bergulir dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Meski demikian, keberadaan barang di sebuah ruangan tidak serta-merta membuktikan kepemilikan barang tersebut. Penentuan pemilik tetap membutuhkan pembuktian melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh aparat.

Ada Ruangan Mirip Bunker yang Masih Terkunci

Teka-teki dalam kasus ini belum berhenti pada ruangan tempat 995 pucuk senjata ditemukan.

Pihak sekolah mengungkap masih terdapat satu ruangan lain yang bentuknya disebut menyerupai bunker. Ruangan tersebut hingga kini masih terkunci dan belum dibuka.

Pihak sekolah memilih tidak membuka sendiri ruangan tersebut dan meminta bantuan aparat kepolisian karena mempertimbangkan potensi persoalan hukum.

“Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum,” kata Hermawanto.

Isi ruangan tersebut hingga kini belum diketahui. Karena belum dibuka, belum dapat dipastikan apakah di dalamnya terdapat senjata, amunisi, dokumen, atau barang lainnya.

Muncul Klaim 995 Airsoft Gun Legal

Di tengah penyelidikan polisi, muncul pihak yang mengaku sebagai pemilik 995 pucuk airsoft gun yang ditemukan di lokasi.

Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan airsoft gun tersebut merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin. Ia membantah adanya persoalan mengenai legalitas barang-barang tersebut.

“Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya,” kata Alhadid.

Menurutnya, airsoft gun tersebut telah berada di lokasi sejak 2020 untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak.

“Airsoft gun, 995 ya. Semua ada izinnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler tersebut memiliki pembina berinisial S. Namun, kegiatan kemudian berhenti setelah pembina tersebut meninggal dunia pada 2022.

Alhadid juga mengklaim sebagian airsoft gun yang ditemukan sudah tidak berfungsi.

Sementara untuk senjata api yang turut ditemukan, ia menegaskan barang tersebut bukan milik PT Lokta Karya Perbakin. Meski demikian, ia mengaku mengetahui pihak yang menjadi pemilik senjata api tersebut dan menyatakan barang tersebut memiliki izin.

Klaim tersebut masih harus diverifikasi oleh kepolisian melalui pemeriksaan dokumen dan barang bukti.

Polisi Masih Tahap Penyelidikan

Polres Metro Jakarta Selatan memastikan perkara temuan senjata tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait temuan senjata di salah satu ruangan yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

“Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026,” kata Joko.

Polisi kini masih melakukan pendalaman terhadap seluruh temuan tersebut.

Fokus penyelidikan tidak hanya menyangkut jumlah dan jenis senjata, tetapi juga asal-usul barang, pemilik, izin kepemilikan, tujuan penyimpanan, serta kemungkinan keterkaitan antara senjata dengan barang-barang lain yang ditemukan di lokasi.

Dengan jumlah mencapai 995 pucuk dan adanya temuan lain seperti amunisi, peredam, magazen, peralatan pembuatan peluru, narkoba, serta ruangan mirip bunker yang masih terkunci, kasus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan.

Karena itu, status legal atau ilegal barang-barang tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan lokasi penemuan maupun klaim pihak tertentu.

Polisi masih harus memastikan seluruh fakta berdasarkan alat bukti dan keterangan para pihak. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjawab siapa pemilik barang-barang tersebut, bagaimana barang itu bisa tersimpan di lingkungan sekolah, serta apakah seluruhnya memiliki dokumen dan izin yang sesuai dengan ketentuan hukum. (Sumber : inilah.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *