Nyaris Jadi Mangsa Buaya, Remaja 17 Tahun Berhasil Diselamatkan Teman Saat Memancing

Mancing di Muara Berujung Petaka, Remaja 17 Tahun Diterkam Buaya hingga Patah Tulang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Peristiwa dramatis terjadi di kawasan muara Sungai Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial RS diserang seekor buaya saat sedang memancing bersama temannya pada Selasa (25/8/2026) malam. Kamis (27/8/2026)

Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 22.20 WIB. Saat itu, RS yang merupakan seorang pelajar sedang memancing bersama rekannya berinisial MW (15) di kawasan muara sungai Desa Mancung.

banner 336x280

Keduanya tengah menjalankan aktivitas memancing seperti biasa. Namun, suasana berubah menjadi mencekam ketika seekor buaya tiba-tiba muncul dan menerkam RS.

Buaya tersebut kemudian menyeret tubuh korban ke dalam air. RS yang panik berusaha melawan sekuat tenaga agar tidak terbawa lebih jauh ke dalam muara. Korban juga berteriak meminta pertolongan.

Teriakan RS didengar oleh MW yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tanpa menunggu lama, MW langsung berusaha membantu temannya yang sedang diseret buaya.

MW kemudian menarik kaki RS untuk melepaskan korban dari cengkeraman buaya. Upaya tersebut berlangsung dalam situasi yang cukup berbahaya karena korban masih berada di dalam air dan berhadapan langsung dengan satwa liar tersebut.

Beruntung, usaha MW membuahkan hasil. RS akhirnya berhasil ditarik ke pinggir muara sehingga dapat terlepas dari serangan buaya.

Meski berhasil diselamatkan, korban mengalami luka cukup serius akibat serangan tersebut. RS mengalami luka robek serta patah tulang pada bagian pergelangan tangan kiri yang diduga akibat gigitan buaya.

Korban kemudian mendapatkan perawatan medis. Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, mengatakan kondisi RS mendapat penanganan lebih lanjut dan korban dijadwalkan menjalani operasi.

“Korban telah mendapatkan perawatan dan dijadwalkan menjalani operasi di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang,” kata Yos, Kamis (27/8/2026).

Pasca kejadian, aparat Polsek Kelapa Polres Bangka Barat langsung melakukan pendekatan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya keresahan warga setelah adanya serangan buaya terhadap remaja tersebut.

Keresahan masyarakat juga memunculkan rencana sebagian warga untuk menangkap bahkan memusnahkan buaya yang diduga menyerang korban.

Namun, kepolisian meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri terhadap satwa liar tersebut. Aparat memahami kekhawatiran warga, tetapi penanganan terhadap keberadaan buaya harus dilakukan dengan melibatkan pihak yang berwenang.

“Kami memahami keresahan masyarakat, namun kami mengimbau agar tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa liar. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk penanganannya,” ujar Yos.

Polsek Kelapa bersama jajaran terkait akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan satwa liar. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa kembali terjadi sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan keberadaan satwa.

Kepolisian juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di sekitar sungai, terutama kawasan muara yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tepian sungai apabila kondisi memungkinkan terjadinya pertemuan dengan satwa liar. Warga juga diimbau lebih berhati-hati, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

“Jika masyarakat melihat keberadaan buaya, segera laporkan kepada pihak berwenang dan jangan mengambil tindakan sendiri,” imbuh Yos.

Peristiwa yang dialami RS menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar di kawasan sungai dan muara. Aktivitas memancing atau kegiatan lainnya di sekitar habitat buaya sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Sementara itu, keberanian MW menyelamatkan temannya menjadi bagian penting dalam peristiwa tersebut. Tindakan cepat remaja berusia 15 tahun itu membantu RS terlepas dari serangan dan memungkinkan korban segera mendapatkan pertolongan medis.

Aparat kini menaruh perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitar lokasi kejadian serta potensi keberadaan buaya lainnya. Koordinasi dengan pihak terkait diharapkan dapat menghasilkan langkah penanganan yang tepat sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa memicu tindakan yang membahayakan warga maupun satwa liar. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed