Oknum Staf Humas PTPN IV Regional 6 Langsa Tantang Duel Wartawan, Sikap Arogansi Dikecam

Oknum Staf Humas PTPN IV Regional 6 Langsa Tantang Duel Wartawan, Dikecam Karena Sikap Arogansi

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Langsa) – Seorang oknum Staf Humas di PTPN IV Regional 6 Langsa berinisial Mm menuai sorotan dan kecaman setelah tindakannya yang dianggap arogan dengan menantang duel seorang wartawan media online. Insiden ini memicu reaksi keras, mengingat peran humas seharusnya menjadi penghubung yang familier, santun, dan beretika antara perusahaan dan insan pers. Senin (30/6/2025)

Junaidy, seorang wartawan online, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan tersebut kepada awak media pada Minggu (29/6/2025) di Sekretariat DPC Persatuan Wartawan Online Kota Langsa, Jalan TM Bahrum, tepat di depan RS Cut Nyak Dhien Kota Langsa. Ia menilai sikap Mm sangat bertolak belakang dengan prinsip kerja humas yang seharusnya menjaga hubungan harmonis dengan media.

banner 336x280

Menurut Junaidy, permasalahan ini bermula dari kebiasaan oknum Staf Humas Mm yang memilah-milah wartawan dalam peliputan dan kegiatan perusahaan. Sikap diskriminatif tersebut dinilai menciptakan ketimpangan dan konflik di kalangan wartawan yang selama ini memiliki hubungan baik dengan PTPN IV Regional 6 Langsa.

“Sejak Mm menjabat sebagai Staf Humas, kami merasakan adanya ketidakadilan. Beberapa wartawan diperlakukan secara istimewa, sementara lainnya diabaikan. Ini menciptakan kesan adanya pengkotak-kotakan antara satu media dengan lainnya,” ungkap Junaidy.

Keluhan ini bukan hanya dialami oleh Junaidy, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah wartawan lain. Menurutnya, sikap diskriminatif ini berpotensi merusak hubungan baik antara insan pers dengan PTPN IV Regional 6.

Merespons tindakan ini, Junaidy mencoba menghubungi oknum Mm melalui aplikasi WhatsApp pada Sabtu (28/6/2025) pukul 12.33 WIB. Dalam pesannya, ia menulis, “Trims ats memilah milah wartawan dlm hal kegiatan ptpn. IV Reg 6.”

Namun, reaksi dari Mm dianggap tidak profesional. Sekitar pukul 13.35 WIB, Mm menelepon Junaidy dengan nada tinggi dan ucapan yang dinilai kasar.

“Apa maksud abang mengatakan saya memilah-milah wartawan? Kenapa abang tidak senang dan iri sama saya? Abang sudah memfitnah saya,” ujar Mm dalam percakapan tersebut, sebagaimana diceritakan Junaidy kepada awak media.

Junaidy pun mencoba menjelaskan maksud pernyataannya dengan mengungkapkan ketidakadilan yang dirasakan oleh dirinya dan rekan-rekan wartawan lainnya.

“Siapa yang tidak senang, iri, dan memfitnah anda? Tidak ada untung ruginya bagi saya. Saya hanya mengatakan terimakasih atas memilah-milah wartawan,” jelas Junaidy.

Namun, tanggapan dari Mm justru semakin memanas. Oknum Staf Humas tersebut bahkan mengeluarkan ancaman dan mengajak Junaidy untuk bertemu.

“Di mana abang sekarang? Mari kita jumpa,” kata Mm dengan nada menantang.

Ketika Junaidy mempertanyakan tujuan pertemuan tersebut, Mm secara langsung menantang duel.

“Untuk apa kita jumpa? Mau duel pun boleh,” balas Mm dengan ketus.

Menanggapi tantangan tersebut, Junaidy menyatakan bahwa dirinya tidak takut. Namun, ia memilih untuk menempuh jalur hukum daripada melayani tindakan arogan tersebut.

“Anda jangan gertak-gertak saya. Saya lahir pun digertak,” tegas Junaidy.

Menurut Junaidy, melayani tantangan duel tersebut akan merusak citra profesinya sebagai wartawan. Ia menganggap tindakan hukum lebih tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Oleh karena itu, Junaidy berencana melaporkan ancaman yang diterimanya ke Polres Langsa.

“Saya akan melaporkan tindakan pengancaman ini kepada pihak berwajib. Hal ini sudah membuat saya merasa resah dan tidak nyaman,” ujar Junaidy.

Selain itu, Junaidy juga meminta kepada manajemen PTPN IV Regional 6 Langsa untuk mengevaluasi jabatan oknum Staf Humas berinisial Mm. Ia menilai, tindakan tegas diperlukan demi menjaga hubungan baik antara perusahaan dan insan pers.

Kasus ini menjadi perhatian serius di kalangan wartawan di Langsa. Beberapa wartawan yang tergabung dalam DPC Persatuan Wartawan Online Kota Langsa menyampaikan dukungan kepada Junaidy. Mereka berharap agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain untuk lebih memperhatikan sikap dan tindakan para humas yang berperan sebagai penghubung dengan media. (Sumber: Faktanews24.com, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *