Operasi Narkoba Berujung Tragedi, Tiga Anggota Polres Katingan Gugur Saat Tangkap Bandar Sabu

Kronologi Operasi Sabu di Katingan, Tiga Polisi Gugur dan Korban Terakhir Ditemukan di Sungai

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (KATINGAN) – Operasi pemberantasan narkotika yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan tragedi. Tiga anggota kepolisian gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penindakan terhadap dugaan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Senin (6/7/2026)

Korban terakhir yang ditemukan adalah Aiptu Sumariyanto, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah operasi berlangsung. Jenazahnya ditemukan mengapung di aliran Sungai Katingan pada Minggu (5/7/2026), melengkapi daftar tiga personel Polres Katingan yang meninggal dunia dalam operasi tersebut.

banner 336x280

Dua anggota lainnya yang lebih dahulu dipastikan gugur adalah Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, penemuan jenazah Aiptu Sumariyanto berawal dari laporan masyarakat yang melihat sesosok tubuh mengapung di Sungai Katingan.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian. Tim gabungan yang melakukan pencarian segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Jenazah ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah Desa Rantau Asam, Kabupaten Katingan,” ujar AKBP Dodik Hartono.

Lokasi penemuan jenazah berada sekitar delapan kilometer dari tempat berlangsungnya operasi penindakan terhadap jaringan narkotika.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Aiptu Sumariyanto dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Berawal dari Informasi Masyarakat

Berdasarkan keterangan kepolisian, operasi penindakan tersebut dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026) malam setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei.

Target operasi adalah seorang pria berinisial BIO yang disebut merupakan residivis kasus narkotika dan diduga kembali terlibat dalam peredaran sabu.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polres Katingan menerjunkan 12 personel Satresnarkoba yang dibagi menjadi dua tim.

Tim bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian sekaligus lokasi aktivitas peredaran narkotika.

Operasi berlangsung dengan tujuan menangkap terduga pelaku beserta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika.

Situasi Berubah Ricuh

Saat petugas melakukan penggerebekan, salah seorang terduga pelaku berhasil diamankan.

Namun situasi berubah drastis ketika sejumlah orang yang berada di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.

Menurut Kapolres Katingan, salah satu anggota keluarga terduga pelaku diduga menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam.

Serangan tersebut memicu bentrokan di lokasi operasi.

Dalam menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan petugas, aparat melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian.

Dalam insiden tersebut, satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku dilaporkan meninggal dunia.

Tiga Polisi Gugur

Perlawanan yang terjadi dalam operasi tersebut juga mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak kepolisian.

Aipda Yudhie Perdana Putra dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam.

Sementara itu, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang setelah operasi berakhir.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian hingga menyisir aliran Sungai Katingan.

Dalam proses pencarian, Bripda Nopandri Ramadhana lebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pencarian kemudian terus dilanjutkan untuk menemukan Aiptu Sumariyanto yang masih belum diketahui keberadaannya.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah warga menemukan sesosok jenazah mengapung dan tersangkut di batang kayu di Sungai Katingan.

Setelah dilakukan identifikasi, jenazah tersebut dipastikan merupakan Aiptu Sumariyanto.

Dengan ditemukannya korban terakhir, jumlah anggota Polres Katingan yang gugur dalam operasi pemberantasan narkotika tersebut menjadi tiga orang.

Penyelidikan Terus Berlanjut

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap rangkaian peristiwa yang terjadi selama operasi penindakan tersebut.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mendalami kronologi bentrokan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Selain itu, aparat juga terus menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian saat operasi berlangsung.

Kepolisian belum menyampaikan secara rinci perkembangan proses hukum terhadap para pelaku yang diduga melakukan perlawanan maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Penyelidikan juga difokuskan untuk mengungkap keseluruhan jaringan narkotika yang menjadi target operasi serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling tragis dalam operasi pemberantasan narkotika di wilayah Kalimantan Tengah. Gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika.

Polri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pengungkapan kasus ini sekaligus mengusut tuntas pelaku penyerangan terhadap anggota kepolisian. Aparat memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam peristiwa tersebut dapat terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *