KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kabut asap menyelimuti Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat langit terlihat seperti mendung dan cahaya matahari tampak samar di balik kabut.
Kabut asap bahkan sempat cukup tebal pada pagi hari. Kondisi ini juga berdampak terhadap jarak pandang, khususnya di sekitar kawasan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, mengatakan kondisi kabut asap di sekitar wilayah bandara saat ini mulai berkurang dibandingkan kondisi pada pagi hari.
Menurutnya, jarak pandang atau visibility sempat mengalami penurunan cukup signifikan hingga mencapai sekitar 800 meter.
“Saat ini di sekitar wilayah bandara sudah mulai berkurang, Kak. Tadi pagi cukup tebal, visibility turun hingga 800 meter, tapi sekarang sudah membaik visibility-nya,” ujar Annisa kepada Bangkapos.com, Kamis (10/9/2026).
Annisa menjelaskan, kondisi kabut asap yang lebih tebal pada malam hingga pagi hari berkaitan dengan kondisi atmosfer di dekat permukaan.
Pada periode tersebut, suhu udara di permukaan cenderung lebih rendah dibandingkan suhu pada lapisan udara di atasnya. Kondisi ini membuat pergerakan udara di dekat permukaan menjadi lebih terbatas.
Selain itu, tingginya kelembapan udara pada pagi hari dan kecepatan angin yang cenderung rendah turut membuat asap bertahan lebih lama di sekitar permukaan.
“Biasanya pada malam-pagi hari suhu di permukaan cenderung lebih dingin daripada suhu di lapisan atas. Hal ini didukung dengan kelembapan udaranya yang tinggi juga pada pagi hari dan kecepatan angin cenderung lebih rendah sehingga asap ini terperangkap di dekat permukaan,” jelasnya.
Kondisi tersebut menyebabkan asap lebih sulit terurai dan menyebar. Akibatnya, konsentrasi asap di dekat permukaan meningkat dan membuat jarak pandang berkurang.
Fenomena tersebut juga menyebabkan tampilan langit di Pangkalpinang pada pagi hari terlihat berbeda. Warna biru langit tidak terlihat jelas karena tertutup lapisan kabut asap, sementara sinar matahari hanya mampu menembus secara samar.
Namun, kondisi kabut asap diperkirakan berangsur membaik ketika memasuki siang hari.
Hal ini terjadi seiring dengan posisi matahari yang semakin tinggi sehingga suhu udara di permukaan meningkat. Peningkatan suhu tersebut kemudian diikuti dengan penurunan kelembapan udara.
Dengan kondisi atmosfer yang semakin hangat dan kelembapan yang menurun, asap yang sebelumnya terperangkap di dekat permukaan perlahan dapat terurai dan menyebar.
“Semakin naik matahari, suhu udara di permukaan makin hangat juga dan kelembapan udara makin turun sehingga asap ini lebih terurai,” kata Annisa.
Perubahan kondisi tersebut membuat jarak pandang yang sebelumnya menurun pada pagi hari mulai kembali membaik.
Kabut asap pada pagi hari menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan. Penurunan jarak pandang dapat memengaruhi visibilitas, khususnya pada waktu pagi ketika kondisi kabut masih cukup tebal.
Bagi aktivitas penerbangan, jarak pandang juga menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kondisi cuaca di sekitar bandara. Karena itu, perkembangan visibility terus menjadi bagian dari pengamatan meteorologi.
BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan atmosfer di wilayah tersebut.
Dengan kondisi yang mulai membaik saat matahari semakin tinggi, kabut asap yang menyelimuti Pangkalpinang pada pagi hari diperkirakan tidak setebal kondisi sebelumnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memperhatikan kondisi lingkungan dan jarak pandang ketika melakukan aktivitas, terutama apabila kabut kembali menebal pada malam hingga pagi hari. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

















